Gelandang sarat pengalaman Radja Nainggolan kembali mencuri perhatian publik sepak bola setelah blak-blakan meratapi keputusannya di masa lalu terkait Timnas Indonesia. Di usianya yang kini menginjak 38 tahun, pemain berdarah Batak ini menyadari bahwa jalan karier internasionalnya bisa saja berjalan jauh berbeda jika ia memilih tanah kelahiran sang ayah.
Lahir di Antwerp, Belgia, pada 4 Mei 1988, perjalanan si Ninja meniti karier profesional di Benua Biru sangatlah panjang. Setelah menimba ilmu di akademi Tubantia Borgerhout, Germinal Beerchot, hingga Piacenza, namanya mulai melambung saat berseragam Cagliari di panggung Serie A. Performa beringasnya membuat AS Roma memboyongnya pada 2014, sebelum akhirnya hijrah ke Inter Milan dengan nilai pasar yang sempat menyentuh angka sekitar Rp765 Miliar.
Namun, babak baru dalam hidupnya berputar ketika ia memutuskan merumput di Liga Indonesia bersama Bhayangkara FC pada November 2023 hingga Juli 2024. Pengalaman langsung bersentuhan dengan sepak bola tanah air tampaknya meninggalkan kesan mendalam yang memicu refleksi mendalam mengenai masa depan kariernya di level internasional.
Dalam wawancaranya dengan media Belgia Nieuwsblad, Nainggolan mengakui adanya keinginan terpendam yang baru disadari sekarang. Ia membandingkan bagaimana akhir perjalanan internasionalnya di bawah asuhan pelatih Roberto Martinez dengan potensi masif yang dimiliki skuad Garuda saat ini jika ia bergabung sejak dulu.
"Saat itu, saya tidak memikirkan hal itu, tetapi sekarang saya berusia 38 tahun, saya melihat hal-hal secara berbeda," ungkap Radja Nainggolan seperti dilansir dari CNN Indonesia. Penyesalan itu kian terasa nyata ketika ia melihat perkembangan pesat sepak bola Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Sayangnya, nasi sudah menjadi bubur. Mantan pilar lini tengah yang sempat membela tim nasional Belgia kurun waktu 2009 hingga 2018 ini sudah terbentur regulasi ketat FIFA. Secara aturan, ia telah kehilangan hak mutlak untuk berganti haluan dan mengenakan jersey kebanggaan Garuda di dada.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang