Perjalanan emosional dialami oleh penyerang andalan Rafael Struick ketika mengenang kembali memori perjuangan bersama skuad Garuda. Perjalanan panjang tersebut kini diabadikan dalam sebuah film berjudul The Longest Wait yang resmi tayang pada Rabu, memberikan ruang bagi para penggemar untuk menyelami atmosfer ruang ganti tim nasional.

Bagi pemain yang menjadi tumpuan lini depan ini, keterlibatannya bersama Timnas Indonesia dari ronde kedua hingga ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 menyisakan banyak cerita mendalam. Dilansir dari CNN Indonesia, Struick mengakui bahwa hampir seluruh momen penting terekam dengan baik dalam dokumenter tersebut, terutama detik-detik krusial di atas lapangan hijau.

Salah satu memori paling ikonik yang tidak akan pernah ia lupakan adalah ketika mencetak gol indah ke gawang Bahrain lewat sebuah sepakan lengkung akurat. Meskipun laga tandang tersebut akhirnya harus ditutup dengan skor imbang 2-2 akibat gol dramatis di pengujung pertandingan, kontribusi taktik dari sang juru gedor tetap menjadi babak penting dalam perjalanan tim.

Di bawah arahan pelatih Shin Tae Yong, lini serang Merah Putih mampu memberikan kejutan di fase grup putaran ketiga. Struick, yang selalu menjadi opsi utama di lini depan, menilai bahwa kebersamaan merayakan kemenangan atas tim-tim kuat seperti Arab Saudi, Bahrain, dan China adalah hadiah paling berharga bagi seluruh anggota skuad.

"Namun selain itu, momen terbaik adalah ketika kami meraih kemenangan atas tim lawan dan Anda bisa melihat seluruh tim merayakannya bersama-sama. Bagi saya, itu adalah momen paling berharga," kenang pemain yang selalu diandalkan dalam skema taktik ketat sang juru taktik asal Korea Selatan tersebut.