Konsistensi Rangers dalam dua belas laga terakhir di semua ajang memang layak diacungi jempol. Skuad asuhan Derek McInnes sukses meraup sepuluh kemenangan dan hanya dua kali imbang, termasuk kemenangan meyakinkan 2-0 atas St Mirren yang membawa mereka kini hanya terpaut satu poin dari puncak klasemen Liga Skotlandia. Di atas kertas, catatan lini belakang mereka paling kokoh di liga utama dan lini serang tertajam ketiga.

Namun, di balik tren positif tersebut, muncul tanda tanya besar dari para pengamat sepak bola. Mantan penyerang Celtic, Chris Sutton, menyoroti kurangnya kontrol dan insting membunuh dalam permainan tim. Pendapat serupa juga disampaikan oleh legenda Rangers, Kris Boyd, yang menilai bahwa skuad era sekarang seharusnya bisa menang dengan skor lebih telak jikabermain di level maksimal mereka.

Masalah utama Rangers musim ini tampaknya terletak pada efektivitas di sepertiga akhir lapangan. Dengan catatan expected goals mencapai 29,8 dari 12 pertandingan liga, mereka faktanya baru mencetak 21 gol saja. Absennya penyerang kunci akibat cedera memang turut memengaruhi, tetapi minimnya kontribusi maksimal dari pemain lini kedua seperti winger asal Korea Selatan, Kim Min-su, membuat serangan sering buntu di momen krusial.

Pelatih Derek McInnes sendiri secara terbuka mengakui bahwa timnya masih membuang banyak peluang emas akibat kesalahan pengambilan keputusan di detik-detik akhir. Gelandang Dan Neil juga menegaskan bahwa skuad harus tampil jauh lebih kejam di depan gawang lawan jika ingin terus menjaga asa juara tanpa ketakutan tersendat di tengah jalan.

Dilansir dari BBC Sport, meskipun performa Rangers belum sepenuhnya sempurna, Chris Sutton memperingatkan bahwa jika tim ini berhasil menemukan gigi percepatan lainnya, mereka akan menjadi kekuatan yang sangat sulit dihentikan oleh para rival domestik musim ini.