Stadion Utama Gelora Bung Karno bergemuruh ketika Timnas Indonesia sukses mengukir sejarah manis dengan merengkuh trofi FIFA ASEAN Cup 2026. Skuad Garuda harus melalui perjuangan luar biasa selama 120 menit sebelum akhirnya menumbangkan rival abadi, Thailand, lewat drama adu penalti yang menegangkan di partai puncak. Keberhasilan menaklukkan Gajah Perang ini tidak hanya memberikan kepuasan emosional bagi jutaan rakyat Indonesia, tetapi juga berdampak langsung pada perolehan poin penting di tabel FIFA.
Jalannya laga final sendiri berjalan sangat dramatis dan menguras emosi tribun. Setelah bermain imbang tanpa gol di paruh pertama, kehebohan pecah pada menit ke-81 ketika Thailand harus bermain dengan 10 orang menyusul kartu kuning kedua Nicholas Mickelson. Memanfaatkan situasi tersebut, Dean James membuka keunggulan Indonesia di menit ke-84 lewat tendangan bebas. Namun, Thailand merespons cepat lewat Iklas Sanron, memaksa laga berlanjut ke babak tambahan di mana skor sempat berubah 2-2 berkat aksi heroik Elkan Baggott jelang bubaran.
Dalam aturan resmi perhitungan ranking FIFA, hasil pertandingan yang ditentukan lewat adu penalti dihitung sebagai skor imbang setelah 120 menit. Oleh karena itu, hasil 2-2 kontra Thailand membuat John Herdman dan anak asuhnya mengantongi tambahan 3,35 poin. Koleksi angka Garuda terdongkrak naik dari 1.163,15 poin menjadi total 1.166,50 poin secara keseluruhan di kalkulasi sementara.
Tambahan poin krusial ini sukses melesatkan posisi Indonesia ke peringkat ke-117 dunia. Skuad Garuda kini hanya terpaut jarak yang sangat tipis, yakni 0,15 poin saja, dari Kazakhstan yang berada tepat satu tingkat di atasnya pada posisi ke-116 dengan raihan 1.166,65 poin. Sementara itu, sang lawan yakni Thailand masih kukuh di peringkat ke-93 dunia dengan kantong 1.251,42 poin.
Meskipun posisi ke-117 ini masih bersifat sementara menanti pembaruan resmi dari badan sepak bola tertinggi dunia, lonjakan ini membuktikan progres positif Skuad Garuda di bawah arahan staf pelatih. Para pendukung kini tentu menantikan apakah pembaruan resmi nanti benar-benar membawa Indonesia melewati posisi Kazakhstan demi misi mendunia yang lebih tinggi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang