Insiden panas mewarnai awal balapan di Mandalika ketika Raul Fernandez harus menerima kenyataan pahit gagal finis setelah terlibat kecelakaan pada lap pertama sprint race. Fernandez secara terbuka melontarkan kritik tajam terhadap gaya balap Marco Bezzecchi yang dianggap memaksakan manuver berisiko tinggi di tikungan pertama. Keduanya terlibat senggolan fatal yang langsung menghentikan perjuangan pembalap asal Spanyol tersebut di atas lintasan.
Kekecewaan mendalam jelas dirasakan oleh sang pembalap mengingat akhir pekan ini sebenarnya berjalan sangat manis baginya. Bagaimana tidak, ia baru saja mengamankan posisi start terdepan atau pole position setelah tampil gemilang mencatatkan waktu tercepat 1 menit 28,852 detik pada sesi kualifikasi Q2. Sayangnya, impian untuk mengubah kecepatan impresif tersebut menjadi podium di depan publik Indonesia harus musnah seketika akibat insiden lap pembuka.
Menurut penjelasan sang pembalap, dirinya sudah berusaha mengambil posisi ideal di tengah lintasan sembari membuka ruang yang cukup saat memasuki tikungan pembuka. Namun, tekanan dari motor Aprilia yang dikendarai rivalnya terlalu mepet hingga membuatnya terdorong keluar dari jalur balap yang aman. Meski merasa sangat kecewa dengan keputusan manuver tersebut, ia tetap mencoba bersikap sportif dengan mengakui bahwa benturan semacam ini terkadang bisa menjadi bagian dari risiko tinggi di atas lintasan kecepatan tinggi.
Di sisi lain, jalannya balapan sprint race sendiri akhirnya tetap tuntas dengan menyajikan persaingan sengit para pebalap top dunia. Gelar juara sprint race berhasil diamankan oleh Marc Marquez yang tampil perkasa tanpa hambatan berarti sejak lampu start padam. Sementara itu, posisi podium kedua dan ketiga secara berurutan direbut oleh Ai Ogura serta Fabio Di Giannantonio, disusul oleh sang juara bertahan Jorge Martin yang harus puas mengamankan tempat keempat di garis finis.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang