Real Madrid berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1 dalam laga lanjutan Liga Champions di Santiago Bernabeu. Pertandingan yang berlangsung sengit ini diwarnai oleh sejumlah momen kontroversial dan permainan taktis yang menarik untuk dibedah. Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi Real Madrid untuk menjaga asa lolos ke babak berikutnya.
Sejak awal laga, Inter sebenarnya mampu menguasai bola. Statistik menunjukkan bahwa tim tamu memiliki 61 persen penguasaan bola dan menyelesaikan 596 umpan berbanding 313 milik tuan rumah. Namun, dominasi tersebut tidak diimbangi dengan penyelesaian akhir yang tajam. Sebaliknya, Inter Milan justru melakukan kesalahan-kesalahan mendasar di awal pertandingan yang berujung pada gol-gol Real Madrid.
Gol pertama Real Madrid tercipta setelah kesalahan antisipasi di lini belakang Inter. Meski demikian, Inter tidak tinggal diam. Mereka terus menekan dan akhirnya memperkecil kedudukan melalui gol Carlos Augusto. Gol tersebut berawal dari umpan silang Lautaro Martinez yang diselesaikan dengan baik oleh Augusto dari jarak dekat. Sayangnya, waktu tidak cukup bagi Inter untuk menyamakan kedudukan.
Pelatih Inter, Cristian Chivu, tetap optimistis meski timnya kalah. "Kami membawa permainan kepada tim seperti Real Madrid," ujarnya seusai laga. Chivu yang merupakan bagian dari skuad Inter treble winner 2010 di bawah asuhan Jose Mourinho kini harus menghadapi mantan mentornya di pinggir lapangan. Sementara itu, Mourinho menyebut laga ini sebagai "pertandingan yang gila" dan mengaku kembali ke Bernabeu karena tantangan yang sulit.
Kapten Inter, Lautaro Martinez, juga angkat bicara. Ia menegaskan bahwa timnya meninggalkan lapangan dengan kepala tegak. "Kami bermain di level yang sama, keduanya ingin memenangkan Liga Champions," kata Lautaro. Meski kalah, performa Inter di laga ini menunjukkan bahwa mereka mampu bersaing dengan tim-tim elite Eropa.
Pertandingan ini juga diwarnai beberapa keputusan wasit yang kontroversial, termasuk kartu kuning untuk Bisseck setelah pelanggaran terhadap Cucurella. Selain itu, ada insiden ketika Lautaro Martinez terlibat argumen dengan Huijsen yang berujung pada kartu kuning untuk keduanya. Real Madrid sempat bermain dengan 10 orang saat Vinicius Jr ditarik keluar untuk digantikan Carreras, namun Inter tidak mampu memanfaatkan situasi tersebut.
Dengan hasil ini, Real Madrid memperkuat posisinya di papan atas klasemen Liga Champions, sementara Inter harus segera bangkit menjelang laga-laga berikutnya. Babak liga yang baru memungkinkan setiap tim menghadapi delapan lawan berbeda, sehingga setiap poin sangat berharga. Inter masih memiliki peluang untuk lolos, tetapi mereka wajib memperbaiki kesalahan-kesalahan elementer yang kerap terjadi di laga-laga besar.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang