Ketegangan antara Real Madrid dan otoritas Liga Spanyol kembali memanas ke level yang belum pernah terjadi sebelumnya. Dilansir dari ESPN FC, pihak klub raksasa ibu kota tersebut secara resmi menuntut pengunduran diri presiden LaLiga, Javier Tebas, menyusul komentar kontroversial yang membandingkan strategi klub dengan rezim Nazi Jerman.

Konflik terbuka ini bermula ketika Javier Tebas melontarkan kritik pedas melalui media sosial pada hari Jumat lalu. Ia menyoroti langkah kontroversial stasiun televisi resmi klub, Real Madrid TV, yang secara rutin menayangkan kompilasi kesalahan wasit sebelum pertandingan penting dimulai. Dalam narasinya, sang presiden liga menuding pendekatan tersebut mirip dengan teknik propaganda yang digunakan oleh Joseph Goebbels di era Perang Dunia II.

Meskipun Tebas sempat memberikan klarifikasi bahwa perbandingan tersebut hanya berfokus pada metode penyebaran informasi dan bukan pada ideologi klub ataupun para pendukung setia, reaksi keras langsung ditunjukkan oleh manajemen Los Blancos. Melalui pernyataan resmi yang dirilis ke publik, klub peraih 15 gelar juara Eropa itu menilai sang pemimpin liga sudah kehilangan netralitas dan tidak layak lagi memegang jabatan strategis untuk mewakili klub-klub top Spanyol.

Perseteruan panas antara pihak manajemen klub dan sang presiden operator liga memang bukan kali pertama terjadi, mengingat hubungan kedua belah pihak kerap diwarnai ketegangan di bawah kepemimpinan presiden Florentino Pérez. Sebelumnya pada bulan September lalu, klub pengoleksi 36 gelar Liga Spanyol ini juga pernah mendesak agar Javier Tebas mundur dari jabatannya menyusul kritik terkait performa pengadil lapangan hijau.

Selain mempermasalahkan serangan verbal yang dianggap mencederai kredibilitas institusi, pihak klub juga kembali mempertanyakan sikap lambat otoritas liga dalam menangani proses hukum yang tengah bergulir. Kasus penyelidikan yudisial terkait dugaan pembayaran oleh Barcelona kepada mantan petinggi komite teknik wasit federasi sepak bola Spanyol masih menjadi sorotan tajam yang terus dipersoalkan oleh kubu Santiago Bernabeu.