Tim rugby putri England berhasil bangkit dari rentetan hasil negatif setelah membantai Amerika Serikat dengan skor telak 55-12 dalam ajang WXV Global Series di New Jersey. Kemenangan dominan ini sekaligus menjadi respons cepat skuad asuhan John Mitchell usai menelan kekalahan beruntun yang memutus rekor tak terkalahkan mereka selama empat tahun terakhir di Kanada. Pertandingan ini memperlihatkan ketangguhan mental serta kualitas teknik superior yang langsung membungkam keraguan publik setelah performa minor sebelumnya.

Babak pertama sebenarnya berjalan cukup ketat di mana kedua tim saling memberikan perlawanan sengit hingga selisih keunggulan hanya terpaut 10 poin saat turun minum. Namun, situasi berubah drastis di paruh kedua pertandingan ketika dominasi mutlak mulai diperlihatkan oleh wakil Eropa tersebut. Lini pertahanan Amerika Serikat dibuat kewalahan menghadapi gempuran bertubi-tubi hingga akhirnya harus kedodoran di berbagai lini lapangan dalam tempo yang sangat cepat.

Pesta try tim Red Roses dipimpin oleh penampilan gemilang winger Claudia Moloney-MacDonald yang memborong empat try sekaligus. Kontribusi positif juga datang dari centre Meg Jones, winger Mia Venner, hooker pengganti Bryony Field, serta dua penggawa lini belakang Maddie Feaunati dan Sadia Kabeya yang melengkapi total sembilan try kemenangan.

Di sisi lain, Amerika Serikat sempat memberikan perlawanan lewat dua try yang dicetak oleh prop Hope Rogers serta pemain pengganti Kate Zackary. Kendati demikian, kartu kuning yang diterima prop Mona Tupou akibat pelanggaran scrum berulang membuat pertahanan mereka runtuh setelah kebobolan tiga try hanya dalam kurun waktu sembilan menit di babak kedua.

Hasil impresif ini tidak hanya mengembalikan kepercayaan diri skuad dalam perburuan gelar WXV Global Series, tetapi juga mengirim sinyal peringatan kepada para rival di kancah internasional. Dengan kedalaman skuad yang mumpuni serta variasi taktik yang tajam, tim unggulan ini siap melanjutkan tren positif pada jadwal pertandingan berikutnya demi mendominasi panggung rugby global musim ini.