Perjalanan luar biasa dialami oleh kapten Harry Kane dalam menapaki karier sepak bolanya di level internasional. Penyerang tajam milik Bayern Munich ini baru saja mencatatkan tonggak sejarah baru dengan menyamai rekor 36 tahun milik Peter Shilton sebagai pemain dengan penampilan terbanyak untuk Timnas Inggris, yakni 125 caps. Di balik ketajamannya di kotak penalti lawan hari ini, tersimpan kisah masa kecil yang unik dan penuh kerja keras yang membawanya berdiri di jajaran elite sepak bola dunia.
Dilansir dari BBC Sport, sedikit yang tahu bahwa saat pertama kali mengikuti trial bersama Ridgeway Rovers pada tahun 1999, Kane muda sempat menawarkan diri sebagai penjaga gawang. Berkat aksi heroiknya di bawah mistar gawang, ia sempat dikira sebagai kiper natural. Namun, sang ibu segera mengoreksi pelatih bahwa putranya jauh lebih berbahaya jika dimainkan di lini depan. Keputusan tersebut langsung terbukti benar ketika sang penyerang belia mulai memborong gol demi gol dan meniti jalan panjang menuju status juru gedor andalan.
Meski sempat disia-siakan oleh akademi Arsenal dan sempat dipinjamkan ke berbagai klub lapis bawah seperti Millwall dan Leyton Orient, etos kerja sang juru gedor tidak pernah luntur. Mantan pelatih Tottenham Hotspur, Tim Sherwood, adalah salah satu figur yang paling percaya pada kapasitas sang penyerang ketika ia mulai menembus tim utama. Ketekunan dan obsesinya untuk terus berlatih ekstra di lapangan latihan menjadi kunci utama transformasi dirinya dari pemain muda yang nyaris tak masuk hitungan menjadi mesin gol haus prestasi.
Setelah meninggalkan Tottenham sebagai pencetak gol sepanjang masa klub, ketajaman penyerang berusia matang ini sama sekali tidak mengendur di tanah Jerman bersama Bayern Munich. Pelatih legendaris seperti Pep Guardiola bahkan pernah memuji kualitas luar biasa yang dimilikinya di atas lapangan. Dengan rekor caps yang kini sejajar dengan Peter Shilton dan potensi untuk memecahkannya dalam waktu dekat, statusnya sebagai salah satu ikon terbesar sepak bola Inggris modern sudah tidak terbantahkan lagi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang