Start gemilang dicatatkan oleh Inter Milan pada awal musim kompetisi Serie A kali ini. Mengemas 19 poin dari tujuh pertandingan awal, Nerazzurri sukses menyamai catatan poin tertinggi mereka di era tiga poin. Namun, di balik torehan fantastis tersebut, sebuah bayang-bayang mistis masa lalu justru menghantui langkah pasukan Simone Inzaghi dalam perburuan Scudetto musim ini.
Kemenangan impresif 3-1 atas Bologna akhir pekan lalu menjadi bukti mentalitas baja yang tengah dibangun di dalam skuad. Sempat tertinggal lebih dulu, tim mampu membalikkan keadaan berkat aksi gemilang para pemain lini depan. Ini menandai keempat kalinya dari tujuh laga Serie A musim ini di mana Inter harus bangkit dari ketertinggalan untuk mengamankan poin penuh di atas lapangan.
Secara keseluruhan, Nerazzurri sudah mengumpulkan total 10 poin dari posisi tertinggal sepanjang musim ini berjalan. Angka tersebut menjadi catatan tertinggi dibanding kontestan manapun di liga-liga top Eropa. Pelatih Cristian Chivu tentu semringah melihat ketangguhan mental anak asuhnya, meski mereka masih harus membenahi performa di kompetisi Eropa setelah tanpa poin dalam dua laga awal.
Satu-satunya noda kecil di liga domestik sejauh ini hanyalah hasil imbang 2-2 ketika bertandang ke markas Roma yang sedang on fire. Sisa pertandingan lainnya berhasil disapu bersih dengan kemenangan krusial. Catatan 19 poin dari tujuh laga ini sebenarnya pernah diukir Inter pada tiga edisi sebelumnya di masa lampau.
Kendati demikian, rekor tersebut menyimpan sebuah mitos kelam yang membuat para pendukung cemas. Pada tiga kesempatan sebelumnya saat mengoleksi 19 poin di pekan ketujuh, Inter selalu gagal mengangkat trofi juara di akhir musim. Selalu ada Juventus yang menikung ambisi mereka di tikungan terakhir perebutan takhta tertinggi sepak bola Italia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang