Ketua Umum PSSI, Erick Thohir akhirnya buka suara sekaligus merespons rumor kencang terkait proses naturalisasi pemain muda keturunan, Demiane Agustien. Di tengah memanasnya perbincangan pencinta sepak bola nasional, orang nomor satu di sepak bola Indonesia itu memilih irit bicara dan menyatakan belum ada perkembangan lanjutan terkait status sang gelandang.

Ketika disinggung awak media di Jakarta mengenai tahap awal administrasi WNI pemain berusia 19 tahun tersebut, Erick menegaskan bahwa pihaknya belum menerima laporan baru. Sikap serupa juga ditunjukkannya saat ditanya apakah ada rencana penambahan amunisi naturalisasi anyar guna memperkuat skuad Garuda menatap persaingan ketat di level internasional mendatang.

Terlepas dari dinginnya respons federasi, rumor merapatnya Demiane tetap membakar antusiasme publik tribun. Pemuda kelahiran Oss, Belanda ini saat ini tercatat sebagai penggawa Arsenal U-21 yang tampil di ajang Premier League 2 serta EFL Trophy. Peran aslinya sebagai playmaker atau gelandang serang bernomor punggung 10 dinilai sangat identik dengan kebutuhan lini tengah Garuda yang kerap mencari kreativitas ekstra dalam membongkar pertahanan lawan.

Dilansir dari CNN Indonesia, kehadiran pemain muda potensial seperti Demiane di atas kertas bakal memberikan warna berbeda di sektor tengah. Pelatih skuad Garuda nantinya memiliki opsi variasi taktik yang jauh lebih cair, terutama jika ingin memadukan karakter gelandang jangkar, petarung box-to-box, hingga pengatur serangan murni di jantung permainan tim.

Dengan bergulirnya kalender kompetisi serta target jangka panjang menuju turnamen bergengsi tingkat benua, pintu administrasi pemain keturunan sejatinya masih terbuka lebar. Waktu yang tersisa sebelum hajatan utama di awal tahun depan memberikan ruang bagi PSSI untuk kalkulasi matang terkait kebutuhan mendesak di atas lapangan.