Gelaran juara Arsenal di kancah domestik ternyata menyisakan cerita emosional yang mendalam bagi bek tim nasional Italia, Riccardo Calafiori. Berbicara dalam sesi wawancara eksklusif dengan laman resmi klub, sang pemain membeberkan perjalanan kariernya serta momen paling berkesan yang mengubah hidupnya di London Utara. Bagi pemain berusia 24 tahun tersebut, merengkuh trofi Premier League musim 2025-2026 adalah pencapaian tertinggi sekaligus titik balik emosional yang luar biasa setelah melalui perjuangan panjang bersama AS Roma di masa lalu.

Momen penentuan juara tersebut terjadi ketika skuad Meriam London berkumpul di tempat latihan untuk menyaksikan duel antara Manchester City kontra Bournemouth. Kemenangan yang memastikan gelar jatuh ke tangan Meriam London sontak disambut letupan suka cita yang meriah. Calafiori bahkan menyebut hari tersebut sebagai momen terbaik dalam hidupnya, terlebih karena malam perayaan itu bertepatan dengan hari ulang tahunnya, menciptakan kombinasi kebahagiaan yang sulit dilupakan oleh seluruh anggota tim dan staf klub.

Namun, di balik megahnya selebrasi juara liga, Arsenal juga harus menelan pil pahit usai takluk di final Liga Champions melalui drama adu penalti melawan raksasa Ligue 1, Paris Saint-Germain. Kekalahan menyakitkan di Hungaria tersebut sempat memukul mental para penggawa asuhan Mikel Arteta dalam penerbangan pulang. Calafiori blak-blakan mengakui bahwa beberapa pemain sempat berdiskusi dan merasa enggan untuk mengikuti agenda parade bus terbuka keliling kota keesokan harinya karena masih dirundung kekecewaan mendalam.

Keraguan di dalam kabin tim tersebut mendadak sirna begitu bus terbuka mulai menyusuri jalanan London Utara dan mendapati lautan suporter yang tumpah ruah di jalanan. Sambutan luar biasa dari publik tribun membuat para pemain terperanjat dan sadar bahwa musim yang mereka jalani tetaplah sebuah pencapaian fantastis. Dilansir dari Football Italia, sang bek mengakui bahwa melihat dukungan masif pendukung membuat mereka sadar untuk melihat gambaran yang lebih besar dan tetap merayakan kerja keras satu musim penuh tanpa harus terus-menerus meratapi kegagalan di Eropa.

Kini, memasuki musim ketiga berseragam Meriam London, Calafiori telah menemukan ketajaman dan peran krusial di lini belakang maupun kontribusi ofensifnya. Setelah pekan lalu sukses mencetak gol perdana bagi timnas Italia serta gol kandang pertamanya untuk klub, sang bek siap menatap tantangan baru. Pengalaman naik turun emosi musim lalu diyakini menjadi modal berharga bagi Arsenal untuk kembali bersaing di jalur juara musim ini.