Panggung Genoa kedatangan amunisi muda baru yang langsung menyita perhatian publik sepak bola Italia tengah pekan ini. Dilansir dari Football Italia, penyerang belia bernama Robinho Junior resmi mencatatkan debut perdananya di kompetisi kasta tertinggi Liga Italia saat menghadapi Roma di Stadio Olimpico. Pemain berusia 18 tahun tersebut dimasukkan dari bangku cadangan pada menit-menit akhir pertandingan ketika timnya harus mengakui keunggulan tuan rumah dengan skor akhir 0-2.

Langkah besar ini sekaligus menandai babak baru bagi sang pemain muda yang mengikuti jejak sang ayah, mantan bintang Real Madrid dan AC Milan, Robinho. Sebelum mendarat di kompetisi Italia, ia sempat menimba ilmu di akademi muda Santos dan sukses membangun reputasi menjanjikan di level usia dini. Kepindahannya ke Italia terjadi pada hari penutupan bursa transfer melalui status pinjaman, yang menyertakan opsi pembelian permanen di akhir musim senilai sekitar Rp136 Juta (setara €8 juta berdasarkan kurs yang berlaku).

Sebelum dipercaya mencicipi atmosfer ketat Serie A, penyerang asal Brasil ini sempat tampil gemilang bersama tim Primavera dengan catatan tiga gol serta satu assist dari tiga penampilan. Performa apik di tim kelompok umur tersebut membuat sang pelatih tidak ragu untuk mempromosikannya langsung ke skuad utama. Usai sempat duduk di bangku cadangan saat meraih kemenangan tipis 2-1 atas Fiorentina pekan lalu, impian debutnya akhirnya benar-benar terwujud di Olimpico.

Menariknya, debut di kasta tertinggi Italia ini memiliki kemiripan historis dengan sang ayah yang pernah memperkuat AC Milan pada rentang tahun 2010 hingga 2014. Sang ayah dahulu juga mencatatkan laga debut Serie A dalam kekalahan 2-0 menghadapi Cesena pada 11 September 2010 silam. Kini, sang ayah yang telah menginjak usia 42 tahun resmi gantung sepatu sejak Oktober 2020 setelah menutup karier panjangnya bersama klub asal Brasil, Santos.

Kehadiran Robinho Junior tentu memberikan warna tersendiri di lini serang Genoa yang tengah berjuang memperbaiki posisi di klasemen sementara Liga Italia. Tekanan besar tentu akan mengiringi setiap langkah sang pemain muda mengingat bayang-bayang besar sang ayah di masa lalu. Namun, debut di usia 18 tahun menjadi bukti nyata bahwa bakat besar tersebut siap diuji di pentas sepak bola Eropa yang kompetitif.