Kemenangan Milan atas Atalanta dengan skor 3-2 menyisakan cerita menegangkan di akhir laga. Pelatih Ruben Amorim dengan tegas menyatakan bahwa menit-menit krusial jelang bubaran tidak menghapus progres positif yang ditunjukkan timnya. Sempat unggul nyaman tiga gol lewat aksi Goncalo Ramos, Adrien Rabiot, dan Mario Gila, Rossoneri justru nyaris kehilangan keunggulan mutlak mereka di sisa waktu pertandingan.

Hasil ini menegaskan adanya perubahan tempo yang signifikan bagi skuad asuhan Ruben Amorim, mengingat sebelumnya mereka sempat kesulitan mencetak gol di paruh pertama. Tampil di kandang sendiri, dominasi babak pertama seolah memupus keraguan publik San Siro. Namun, kelengahan di lini belakang membuat Atalanta bangkit memperkecil kedudukan lewat gol Gianluca Gaetano dan Nikola Krstovic, sebelum penyelamatan gemilang kiper menyelamatkan tiga angka krusial di papan klasemen.

Ruben Amorim tidak menutup mata terhadap ketegangan yang sempat melanda timnya di sisa 30 menit laga. Menurutnya, perubahan momentum terjadi karena anak asuhnya mulai kehilangan kendali dalam membangun serangan dari lini belakang. Meski demikian, pelatih asal Portugal itu tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang sukses menjaga keunggulan tipis hingga peluit panjang berbunyi, termasuk keberhasilan melakukan rotasi skuad usai tampil gemilang di kancah Eropa.

Pertandingan ini juga diwarnai momen panas di pinggir lapangan ketika Adrien Rabiot terlibat diskusi tegang dengan sang pelatih akibat protes berlebihan yang diganjar kartu kuning. Menanggapi insiden tersebut, Ruben Amorim mengakui pentingnya peran sang gelandang berpengalaman di atas lapangan dan memilih untuk tidak menariknya keluar. Evaluasi taktik dan pembenahan sistem hibrida tiga bek tentu masih menjadi PR besar bagi Milan demi mengamankan target musim ini.