Tekanan besar langsung menghantam pelatih Ruben Amorim jelang lawatan penting AC Milan ke markas RB Salzburg di ajang Liga Europa. Mantan juru taktik Manchester United itu mengakui bahwa di klub raksasa seperti Rossoneri, ekspektasi instan membuat ketersediaan waktu untuk membangun proyek jangka panjang menjadi sebuah kemewahan yang mustahil didapatkan.
Situasi ini kian mendesak mengingat performa AC Milan di kompetisi domestik belum mampu mendongkrak kepercayaan diri skuad, ditambah kekalahan mengecewakan 0-2 dari Benfica di laga sebelumnya. Meski demikian, Amorim menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak terpengaruh oleh kebisingan media dan memilih untuk menutup rapat telinga demi fokus penuh membenahi performa tim di atas lapangan hijau.
Dilansir dari Football Italia, Amorim menyadari betul dinamika melatih klub besar yang menuntut kemenangan di setiap pertandingan. "Setiap proyek butuh waktu, namun di sepak bola modern saat ini mustahil punya banyak waktu, jadi wajib hukumnya memenangkan pertandingan," ujar pelatih asal Portugal tersebut dalam sesi jumpa pers menjelang laga tandang ke Austria.
Jelang duel krusial ini, tantangan fisik dan taktik menanti di Red Bull Arena saat menghadapi RB Salzburg yang sebelumnya sukses membungkam Levski Sofia. Amorim meminta anak asuhnya untuk memperlakukan ajang RB Salzburg layaknya panggung tertinggi, mengingat lawan dikenal memiliki kualitas teknik mumpuni serta kesiapan fisik yang sangat matang untuk menyulitkan tamunya.
Di sisi lain, perombakan skuad dan rotasi pemain mulai disiapkan oleh sang pelatih, termasuk peluang bagi penyerang muda berbakat Francesco Camarda untuk mendapatkan menit bermain lebih banyak. Amorim menyadari betapa atmosfer di Milan begitu kejam, di mana hasil imbang saja bisa berubah menjadi drama besar, sehingga kedalaman skuad serta ketahanan mental para pemain muda seperti Christian Comotto akan sangat diuji dalam jadwal padat musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang