Jelang lawatan krusial ke markas Sassuolo, pelatih Ruben Amorim meminta skuad AC Milan untuk mengalihkan fokus utama dari perdebatan formasi di atas kertas. Dilansir dari Football Italia, sang juru taktik asal Portugal itu menilai bahwa determinasi dan tingkat agresivitas pemain di atas lapangan jauh lebih krusial ketimbang skema taktik yang diterapkan dalam lanjutan Serie A.
Stadion Mapei selalu menyimpan memori emosional tersendiri bagi publik Rossoneri. Di satu sisi, arena ini kerap menghadirkan celah kesulitan dalam beberapa tahun terakhir. Namun, di tempat yang sama pula AC Milan sukses mengunci Scudetto pada musim 2022 silam. Beban sejarah tersebut kini berada di pundak tim untuk melanjutkan tren positif setelah sebelumnya sukses membungkam Lecce tiga gol tanpa balas sebelum jeda internasional.
Dalam lawatan kali ini, Amorim melakukan sejumlah rotasi penting dengan mengistirahatkan Luka Modric dan mempercayakan lini tengah kepada Yunus Musah serta Adrien Rabiot. Di lini depan, pergerakan Goncalo Ramos kembali mendapat pembelaan penuh dari sang pelatih. Meski penyerang timnas Portugal itu sempat dikritik karena minim gol di level klub, Amorim tetap yakin bahwa kontribusinya bagi tim sudah berada di jalur yang benar.
Perubahan formasi pertahanan yang sempat diuji coba sebelumnya diyakini tidak akan mengubah mentalitas bertanding tim tamu. Menurut Amorim, sistem empat atau tiga bek bukanlah patokan utama kesuksesan, melainkan bagaimana intensitas tekanan yang diberikan pada setiap perebutan bola di sepanjang pertandingan Serie A malam ini.
Tekanan untuk terus meraih kemenangan memang menjadi harga mati bagi klub sebesar AC Milan dalam persaingan ketat musim ini. Dengan kembalinya sejumlah pilar penting seperti Matteo Gabbia dan Pervis Estupinan, ujian sesungguhnya menanti ambisi besar Rossoneri di Stadion Mapei.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang