Pelatih Ruben Amorim secara terbuka mengakui bahwa dirinya menjadi aktor utama di balik kegagalan kepindahan Pervis Estupinan pada bursa transfer musim panas lalu. Sang juru taktik menegaskan bahwa ia secara tegas menolak sejumlah tawaran dari klub peminat demi mempertahankan sang bek di San Siro, termasuk ketegasan sikap di tengah minat serius dari klub Premier League.
Keputusan tersebut diambil meski bek asal Ekuador itu kerap menjadi sasaran kritik tajam dari para pendukung AC Milan sejak awal musim kompetisi bergulir. Menanggapi situasi pelik ini, sang pelatih asal Portugal tersebut meminta suporter untuk lebih objektif melihat etos kerja pemainnya yang pernah merasakan ketatnya persaingan Liga Inggris bersama Brighton sebelum ditebus senilai sekitar Rp311 Miliar pada tahun 2025 lalu.
Dalam sesi konferensi pers, Amorim membeberkan bahwa ada deretan klub yang mengantre untuk mendapatkan jasa pemain berusia 28 tahun tersebut pada akhir jendela transfer. Namun, mantan juru taktik Sporting CP itu pasang badan dan mengambil alih penuh tanggung jawab atas keputusannya untuk melarang sang bek sayap angkat kaki dari skuad Rossoneri musim ini.
Kepercayaan sang pelatih dibuktikan lewat menit bermain yang diberikan, termasuk ketika ia diturunkan dari bangku cadangan dalam kemenangan dramatis 3-2 atas Atalanta. Hingga kini, sang bek tercatat telah membukukan tujuh penampilan di semua kompetisi, membuktikan bahwa ia tetap menjadi bagian dari rencana taktik jangka panjang sang pelatih musim ini.
Amorim menegaskan bahwa dukungan kolektif dari tim sangat dibutuhkan untuk membantu sang pemain keluar dari tekanan suporter. Dengan sisa musim yang masih panjang, komitmen sang pelatih diharapkan mampu mengubah Siulan tribun menjadi apresiasi nyata di atas lapangan hijau.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang