Pelatih AC Milan, Ruben Amorim, akhirnya membuka suara mengenai keputusan krusialnya meninggalkan formasi tiga bek yang sempat menjadi ciri khasnya. Penilaian ini muncul setelah Rossoneri dinilai mengalami kebuntuan dan minim pergerakan dinamis ketika menelan kekalahan pahit 0-2 dari Benfica di ajang Europa League, serta hasil imbang kontra Juventus dan Lazio. Amorim sadar timnya butuh perubahan drastis untuk mengembalikan ketajaman di lini depan.
Perubahan taktik menggunakan empat bek belakang langsung membuahkan hasil manis saat Milan membungkam Lecce tiga gol tanpa balas. Meski demikian, ujian konsistensi kini diuji jelang laga tandang ke markas Mapei Stadium menghadapi Sassuolo yang diasuh oleh Alberto Aquilani. Sayangnya, persiapan AC Milan sedikit terganggu setelah beberapa pemain harus menepi akibat cedera panjang selama jeda internasional, termasuk Alexis Saelemaekers dan Pervis Estupinan.
Di sisi lain, juru taktik asal Portugal itu juga melontarkan pujian tinggi terhadap kualitas kompetisi Serie A yang menurutnya kerap dipandang sebelah mata oleh banyak pihak. Dilansir dari Football Italia, Amorim mengaku terkesan dengan intensitas tinggi, aturan baru anti-buang-buang waktu, hingga kualitas taktik dari tim-tim papan bawah seperti Venezia yang tetap berani melakukan pressing ketat di sepanjang pertandingan. Bagi sang pelatih, Serie A memberikan tantangan tersendiri yang sangat dinamis untuk dinikmati.
Menanggapi performa lini depan yang sempat dipertanyakan, khususnya Goncalo Ramos yang tampil gemilang bersama tim nasional namun kesulitan di klub, Amorim menegaskan bahwa tugas utamanya adalah membangun sistem tim secara kolektif. Ia ingin menciptakan lebih banyak peluang matang agar para penyerang bisa leluasa menceploskan bola ke gawang lawan. Sang pelatih tidak ingin beban gol hanya dipikul oleh satu individu saja, melainkan hasil dari skema serangan yang terstruktur rapi.
Jelang duel kontra Sassuolo, laga ini juga menghadirkan reuni emosional bagi Ruben Amorim dengan mantan rekan setimnya di Benfica, Nemanja Matic, yang masih tangguh di lini tengah lawan. Amorim memuji pengalaman serta visi bermain Matic yang luar biasa dalam mengatur tempo pertandingan. Meski menaruh hormat besar kepada sang gelandang veteran, target utama Rossoneri tetaplah membawa pulang tiga poin penuh demi menjaga asa bersaing di jalur juara musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang