Tekanan besar kini tengah menggelayuti skuad England setelah mereka berada di ujung tanduk dalam ajang Piala Dunia. Kegagalan mendulang hasil maksimal di laga pembuka melawan Tonga membuat posisi mereka terjepit. Meski sempat bangkit dengan membantai Prancis lewat skor telak 82-0, jalan pasukan Brian McDermott untuk melangkah ke babak knock-out sama sekali tidak mudah dan

Dilansir dari Sky Sports, analis Brian Carney menyebut bahwa Inggris harus bekerja sangat keras untuk menghindari catatan buruk tersingkir di fase grup. Format turnamen yang unik membuat rekor pertemuan menjadi penentu utama jika poin akhir tim-tim bersaing imbang. Kekalahan 30-12 dari Tonga di laga perdana praktis menempatkan Inggris di posisi yang kurang menguntungkan pada klasemen Pool B dan C.

Syarat mutlak bagi Inggris demi menjaga asa lolos adalah meraih kemenangan dengan margin poin sangat besar saat menghadapi Papua Nugini di WIN Stadium, Wollongong, pada Jumat mendatang. Namun, kerja keras di atas lapangan hijau saja tidak cukup. Mereka juga harus berdoa agar hasil pertandingan antara Tonga melawan Samoa berpihak pada kepentingan mereka di akhir pekan.

Situasi semakin pelik karena Inggris tertinggal selisih poin cukup jauh dari Samoa. Carney menegaskan bahwa fokus utama skuad asuhan McDermott saat ini hanyalah mengontrol apa yang bisa mereka kendalikan di lapangan. Menumpuk poin sebanyak mungkin menjadi harga mati sembari berharap keajaiban datang dari laga penentuan di Sydney.

Di sisi lain, ujian berat juga dirasakan oleh tim putri Inggris yang baru saja takluk 78-0 dari juara bertahan Australia. Kesenjangan sumber daya serta kompetisi domestik yang kompetitif di Australia dinilai menjadi jurang pemisah kualitas yang kian melebar. Perubahan total di level pembinaan domestik menjadi pesan tegas yang harus segera dibenahi.