Kunjungan Manchester City ke markas lawan pasca putusan bersalah atas 114 dakwaan aturan finansial langsung memicu reaksi keras publik sepak bola Inggris. Atmosfer panas sudah terasa ketika skuad asuhan Enzo Maresca tiba di Merseyside, di mana suporter Liverpool di Anfield tak membuang waktu untuk menyampaikan pesan menohok terkait skandal tersebut.

Gelombang protes rival bahkan sudah dimulai sehari sebelumnya. Pendukung Manchester United di Old Trafford kembali memunculkan spanduk jam 'ticking clock' legendaris yang menghitung ulang tahun tanpa gelar mayor, menegasi trofi era kepemilikan Abu Dhabi dan mengarahkannya ke angka 51 tahun. Fanzine 'United We Stand' juga turut menyindir dengan menambahkan tanda bintang pada setiap gelar juara milik The Citizens.

Di luar stadion Anfield, jalanan dipenuhi oleh pedagang merchandise tiruan berbalut sentiran skandal. Mulai dari kaus bertuliskan 'Cheats' dengan font bergaya Oasis 'What'S The Story, Tainted Glory?' hingga spanduk bernada serupa menghiasi sudut jalan menjelang sepak mula. Situasi ini menunjukkan bagaimana tensi rivalitas memuncak di luar lapangan hijau akibat masalah administratif klub.

Kedatangan bus tim tamu juga diatur ketat oleh kepolisian untuk menghindari insiden buruk seperti tahun 2018 silam. Berkat pengamanan ekstra dan rute pintu belakang di sisi Anfield Road End, rombongan tamu berhasil masuk secara relatif tenang tanpa insiden pelemparan benda, menghindari memori kelam masa lalu.

Begitu memasuki area tribun stadion, suporter tuan rumah menyambut dengan rentangan spanduk, atribut, hingga balon bernada sindiran yang meminjam lirik lagu band Oasis. Di sisi lain, para pendukung setia tim tamu tetap membawa tradisi lama berupa pisang tiup sebagai bentuk humor di tengah tekanan sanksi berat degradasi yang mengancam klub kesayangan mereka.