Badai cedera tampaknya belum mau berhenti mengganggu persiapan Atalanta menjelang laga krusial Serie A akhir pekan ini. Pelatih kepala Maurizio Sarri secara terbuka mengonfirmasi bahwa bek mudanya, Giorgio Scalvini, kemungkinan besar harus menepi dan absen saat menghadapi raksasa San Siro, AC Milan. Kehilangan Scalvini tentu menjadi pukulan tersendiri bagi lini belakang La Dea yang dituntut tampil solid demi menjaga posisi mereka di papan atas klasemen sementara.
Situasi pelik ini berawal ketika Scalvini dan rekan setimnya terpaksa ditarik keluar lapangan saat meraih kemenangan meyakinkan 3-1 atas Venezia di kompetisi Serie A. Dalam sesi wawancara terbarunya, Sarri menjelaskan bahwa cedera yang membekap sang bek tengah sebenarnya tidak tergolong parah. Namun, tim medis menyarankan agar ia mendapatkan waktu istirahat yang cukup, sehingga memaksanya melewatkan duel sarat gengsi menghadapi AC Milan di akhir pekan.
Di tengah situasi skuad yang pincang dan jadwal padat, Sarri juga tengah mengalihkan fokusnya ke ajang Eropa. Dilansir dari Football Italia, mantan juru taktik Juventus dan Chelsea itu sedang bersiap memimpin timnya menjamu klub asal Siprus, Paphos, dalam lanjutan kompetisi UEFA Europa Conference League. Laga kandang ini sekaligus menghadirkan momen emosional bagi sang pelatih yang akan bereuni dengan mantan anak asuhnya semasa di Stamford Bridge, yakni bek veteran David Luiz.
David Luiz yang kini telah menginjak usia 39 tahun dipercaya mengenakan ban kapten untuk klub asal Siprus tersebut. Kenangan manis masa lalu, termasuk ketika keduanya sukses merengkuh gelar juara Europa League bersama Chelsea pada musim 2018-2019, masih membekas kuat di ingatan Sarri. Pelatih berusia berpengalaman itu, memuji karakter luar biasa David Luiz yang dinilainya memiliki kecintaan mendalam terhadap dunia si kulit bundar, sehingga tidak heran sang pemain masih mampu bertahan dan aktif bermain di level kompetitif hingga detik ini.
Menatap jadwal padat sepak bola modern yang mempertemukan tim-tim dalam rentang waktu singkat, Sarri melontarkan kritik halus terhadap padatnya kalender pertandingan. Ia merasa situasi saat ini membuat tim tidak memiliki waktu ideal untuk menjalani sesi latihan taktik secara utuh. Kendati demikian, juru taktik asal Italia itu menegaskan bahwa seluruh anak asuhnya harus tetap siap tempur, melakukan rotasi bijak, serta menjaga konsistensi performa demi meraih hasil optimal di semua ajang yang tengah mereka ikuti musim ini.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang