Kepergian Sandro Tonali dan Bruno Guimarães dalam setahun terakhir membuat lini tengah Newcastle United kehilangan dua bintang sekaligus. Belum lagi kepergian Anthony Gordon dan pelatih Eddie Howe yang membawa The Magpies meraih trofi domestik pertama dalam 70 tahun. Namun, di tengah hiruk-pikuk kepergian tersebut, hadir pemain muda berusia 18 tahun asal Ajax yang mungkin menjadi jawaban: Sean Steur.

Steur, yang baru memiliki 25 penampilan senior, dianggap sebagai kandidat kuat pengganti Tonali dan Guimarães. Dibanderol hingga £23 juta (sekitar Rp460 miliar) dengan kontrak lima tahun, ia datang dengan label 'potensi besar'. Perbandingan dengan Frenkie de Jong pun mencuat, terutama setelah para pelatih muda Ajax menyebutnya sebagai 'De Jong berikutnya'.

Secara teknis, Steur memang luar biasa. Ia memiliki kemampuan passing dengan kedua kaki, dribel yang lincah, dan visi bermain yang tajam. Statistik dari Opta menunjukkan bahwa di antara gelandang Eredivisie yang berusia 18 tahun ke bawah, Steur menempati peringkat teratas untuk peluang diciptakan dan membawa bola, serta peringkat kedua untuk akurasi passing dan tekel. Kemampuannya membaca permainan dan memutus serangan lawan menjadi nilai lebih yang jarang dimiliki pemain seusianya.

Kematangan mentalnya juga patut diacungi jempol. Pada usia 17 tahun, ia sudah tampil di laga bertajuk 'De Klassieker' melawan Feyenoord, bahkan mencetak gol profesional pertamanya di laga tersebut. Ia mampu tampil menonjol di tengah situasi Ajax yang tidak stabil, dengan tiga pergantian pelatih dan finis di peringkat kelima Eredivisie. Hal ini menunjukkan bahwa Steur tidak gentar menghadapi tekanan.

Pelatih baru Newcastle, Matthias Jaissle, yang dikenal dengan gaya pressing tinggi dan transisi cepat, akan sangat diuntungkan dengan hadirnya Steur. Kemampuan Steur dalam merebut bola dan melepaskan umpan-umpan terobosan sangat cocok dengan filosofi Jaissle. Fleksibilitas posisinya sebagai gelandang bertahan, box-to-box, atau playmaker juga menjadi nilai tambah.

Meski begitu, Steur tetap membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan kerasnya Premier League. Namun, dengan fondasi teknis, fisik, dan mental yang sudah dimilikinya, bukan tidak mungkin ia akan menjadi pilar penting lini tengah Newcastle untuk waktu yang lama. Kepergian Tonali dan Guimarães mungkin menyakitkan, tetapi kehadiran Steur bisa menjadi investasi jangka panjang yang cerdas.