Kembalinya Dewa United Women dan bergulirnya kembali kompetisi resmi membawa angin segar bagi ekosistem sepak bola nasional. Kapten Shafira Ika secara terbuka mengakui bahwa dirinya merasa tertantang menyambut bergulirnya Liga Putri Indonesia. Setelah sempat mengalami vacuum atau hiatus selama tujuh tahun lamanya, denyut nadi kompetisi wanita kini kembali berdetak kencang di Stadion Madya, Jakarta.

Sebagai sosok pemimpin di atas lapangan, Shafira Ika melihat fenomena meratanya penggawa skuad Garuda Pertiwi di berbagai kontestan sebagai sinyal positif. Meski persiapan masing-masing klub sempat terpotong oleh agenda pemusatan latihan bersama tim nasional, kualitas tiap kesebelasan tetap terpantau seimbang. Situasi kompetitif ini diyakini mampu mendongkrak mental bertanding para atlet secara signifikan di setiap pertandingan.

Nada optimisme serupa turut disuarakan oleh juru taktik FC Bekasi City, Rudy Eka Priyambada. Menurutnya, persebaran pemain berlabel timnas yang menghiasi skuad Persija Jakarta hingga Dewa United membuktikan bahwa peta kekuatan kompetisi musim ini tidak timpang. Hal tersebut memberikan warna tersendiri dalam peta persaingan memburu tahta juara kasta tertinggi sepak bola wanita tanah air.

Ajang resmi musim 2026/2027 ini sendiri diramaikan oleh enam kontestan tangguh, mulai dari Persija Jakarta, Persikad Depok, FC Bekasi City, Persita Tangerang, hingga Garudayaksa. Regulasi mewajibkan setiap klub untuk diperkuat minimal satu pemain berpengalaman internasional, yang otomatis menjaga standar kualitas permainan tetap berada di level tertinggi sejak pekan perdana.

Di balik kemenangan tipis 1-0 atas Persikad Depok, pelatih Dewa United Women, Dicky Firasat, langsung mengagendakan evaluasi mendalam terkait adaptasi fisik pemain. Faktor cuaca tropis sempat dikeluhkan oleh pilar asing mereka yang masih membutuhkan proses penyesuaian diri. Kendati demikian, turnamen ini diharapkan terus berkembang pesat sebagai kawah candradimuka pencetak talenta emas bagi masa depan Garuda Pertiwi.