Kemenangan dramatis atas Persik Kediri di ajang Super League harus dibayar dengan catatan serius dari sang juru taktik, Shin Tae-yong. Pelatih asal Korea Selatan tersebut secara terbuka melayangkan kritik tajam terhadap kondisi rumput Jakarta International Stadium (Jakarta International Stadium) yang dinilai jauh dari kata ideal untuk sebuah pertandingan level papan atas.
Bermain di kandang sendiri, skuad asuhan Shin sempat dibuat kewalahan sebelum akhirnya membalikkan keadaan melalui gol Denis Kolinger dan Rizky Ridho di paruh kedua. Kendati mengamankan tiga poin penuh, pelatih berusia 53 tahun itu menegaskan bahwa kualitas lapangan yang buruk merugikan kedua belah pihak dan mendesak pihak terkait untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh demi kenyamanan pemain serta suporter di tribune.
Nada serupa juga diungkapkan oleh bek andalan Timnas Indonesia, Rizky Ridho, yang merasa tidak enak hati kepada kubu lawan. Menurutnya, permainan cepat dari tim tamu asuhan pelatih lawan tidak bisa berkembang secara maksimal akibat laju bola yang terhambat kontur lapangan yang dinilai kurang memadai untuk perhelatan kompetisi sepak bola profesional Indonesia.
Ridho menambahkan bahwa situasi pelik ini selalu berulang setiap tahunnya, padahal tuntutan kepada para pemain untuk selalu menampilkan performa terbaik dan merengkuh gelar juara begitu tinggi. Bek tangguh tersebut menyayangkan kontras antara target tinggi klub dengan fasilitas infrastruktur rumput lapangan yang belum juga menunjukkan standar konsisten.
Di sisi lain, laga ini sendiri berjalan dengan tensi tinggi sejak menit awal ketika Persik sempat mencuri keunggulan lewat aksi Imanol Garcia sebelum akhirnya Macan Kemayoran bangkit. Evaluasi mendalam terkait kondisi infrastruktur stadion kini menjadi PR besar bagi pengelola agar insiden keluhan kualitas lapangan tidak kembali mencuat di laga-laga kandang berikutnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang