Stadion Banten International, Serang, mendadak jadi saksi bisu kejatuhan Persija Jakarta di tangan Dewa United dengan skor tipis 1-2 dalam lanjutan Super League 2026/2027. Kekalahan pahit ini langsung mengundang sorotan tajam dari sang juru taktik, Shin Tae-yong, yang tidak menutup mata atas buruknya performa anak asuhnya di atas lapangan hijau.

Pelatih asal Korea Selatan tersebut blak-blakan menyebut bahwa Macan Kemayoran meruntuhkan peluang mereka sendiri lewat rentetan kesalahan mendasar. Akurasi operan yang buruk serta tumpulnya lini depan dalam memaksimalkan peluang emas membuat dominasi mereka sia-sia dan justru berujung pada petaka yang membenamkan ambisi meraih tiga poin penuh.

Situasi pelik semakin tak terkendali ketika Dony Tri harus diusir keluar lapangan oleh wasit akibat menerima dua kartu kuning pada menit ke-65. Kehilangan satu pemain membuat struktur permainan hancur berkeping-keping, memberikan celah bagi lawan untuk menguasai jalannya sisa laga dan menghukum lini pertahanan Persija yang kelelahan.

Hasil minor ini membuat posisi di puncak klasemen sementara Super League semakin panas dan rawan tergusur. Dengan koleksi 18 poin, keunggulan anak asuh Shin Tae-yong kini tinggal terpaut tipis satu angka saja dari Dewa United yang menguntit di tempat kedua dengan 17 poin, serta ancaman nyata dari Bali United dan Madura United.

Ujian berat kini langsung menatap di depan mata tanpa ada waktu untuk meratapi nasib. Jadwal padat sudah menunggu di depan, mulai dari lawatan ke markas PSMS Medan di ajang League Cup hingga big match sarat gengsi melawan Persebaya Surabaya yang siap menguji mentalitas juara Macan Kemayoran.