Teka-teki mengenai siapa yang akan mengisi pos penyerang utama Timnas Inggris di masa depan kini mulai mendominasi perbincangan publik sepak bola. Kapten utama sekaligus mesin gol utama mereka, Harry Kane, memang masih menunjukkan tajinya dengan mencetak dua gol saat menghadapi Ceko, yang membawanya mengoleksi 91 gol dari 125 penampilan bersama The Three Lions. Namun, dengan usianya yang kini menginjak 33 tahun, pertanyaan mendasar mulai mengemuka tentang bagaimana nasib lini serang Inggris ketika era sang penyerang Bayern Munchen tersebut benar-benar usai.

Pelatih kepala Thomas Tuchel dengan tegas mengakui bahwa mencari pemain dengan profil serupa Kane bukanlah perkara mudah. Di bawah komando juru taktik asal Jerman tersebut, opsi internal justru mulai dipertimbangkan secara serius. Salah satu nama terdepan yang digadang-gadang sebagai pewaris takhta adalah Jude Bellingham. Sejak gelaran Piala Dunia, gelandang serang Real Madrid ini tampil sangat produktif dengan menyumbangkan 10 gol dari 12 pertandingan bersama timnas, membuat Tuchel tak ragu memainkannya dalam peran yang lebih ofensif mendekati kotak penalti lawan.

Kendati demikian, perdebatan soal peran murni penyerang tengah masih menjadi diskursus hangat di kalangan pengamat. Mantan kiper timnas Paul Robinson menilai bahwa Bellingham lebih efektif jika bermain mendukung pemain lain ketimbang diplot sebagai penyerang nomor sembilan murni. Di sisi lain, opsi penyerang tengah tradisional Inggris saat ini terbilang sangat minim. Nama-nama seperti Dominic Calvert-Lewin di Leeds United atau penyerang senior lainnya belum sepenuhnya konsisten atau terhalang faktor usia untuk dijadikan solusi jangka panjang.

Alternatif lain yang mulai dilirik adalah penerapan taktik tanpa penyerang murni atau memanfaatkan pemain sayap yang digeser ke depan, seperti yang sukses diterapkan oleh timnas Spanyol. Opsi ini membuka peluang bagi penyerang sayap Newcastle United, Anthony Gordon, untuk mengisi peran tersebut menyusul ketajamannya di kompetisi Eropa. Transformasi taktik ini bisa menjadi penyelamat bagi lini depan Inggris andai mereka harus bermain tanpa kehadiran bomber utamanya di masa mendatang.

Selain para pemain bintang yang sudah mapan, secercah harapan juga datang dari barisan talenta muda yang mulai mencuri perhatian. Penyerang muda Aston Villa berusia 17 tahun, Brian Madjo, sempat menunjukkan performa menjanjikan di pramusim sebelum mengalami cedera. Sementara itu, di kompetisi Championship, nama Will Lankshear bersama Middlesbrough serta penyerang muda Southampton, Divin Mubama, turut masuk dalam radar prospek masa depan lini serang The Three Lions.