Tekanan besar kini tengah menghimpit kursi kepelatihan Manchester United setelah mencatatkan awal musim terburuk sejak 1986. Kegagalan di Carabao Cup serta posisi di Premier League yang kian mendekati zona degradasi membuat masa depan Michael Carrick berada di ujung tanduk. Dilansir dari ESPN FC, hasil imbang kontra Leeds United memperpanjang rentetan tanpa kemenangan Setan Merah menjadi enam pertandingan di semua kompetisi, memaksa manajemen klub melirik sejumlah opsi manajer baru.

Nama pertama yang masuk dalam radar Old Trafford adalah Eddie Howe yang saat ini sedang tidak menangani klub manapun. Mantan juru taktik Newcastle United ini dikenal sebagai sosok pembangun tim yang pragmatis dan stabil. Kendati demikian, muncul keraguan apakah gaya 'Steady Eddie' miliknya memiliki daya gedor atau X-factor yang cukup untuk mengangkat mentalitas klub sebesar United yang tengah kehilangan arah dan identitas permainan di kompetisi domestik.

Alternatif berikutnya yang memiliki CV mentereng adalah Antonio Conte. Pelatih asal Italia ini berstatus tanpa klub dan punya rekam jejak instan meraih gelar juara di Chelsea serta Napoli. Meski ketegasannya bisa merombak mentalitas skuad yang underperforming, pendekatan ultra-demokratis dan agresif Conte sering berujung konflik di ruang ganti. Manajemen harus menimbang risiko apakah temperamen keras pelatih berusia 57 tahun tersebut cocok untuk proyek jangka panjang klub.

Selain itu, terdapat nama-nama lain seperti mantan pelatih Ipswich Town Kieran McKenna yang dinilai terlalu mirip dengan situasi Carrick, hingga Fabian Hürzeler dari Brighton yang tampil impresif namun membutuhkan biaya kompensasi besar. Di sisi lain, Julian Nagelsmann dan Thomas Tuchel juga masuk dalam spekulasi, meski nama terakhir masih terikat kontrak jangka panjang sebagai manajer Timnas Inggris hingga Piala Eropa 2028 mendatang.