Dunia sepak bola internasional mendadak dihebohkan oleh laporan investigasi terbaru yang membongkar hubungan istimewa di balik layar antara pucuk pimpinan tertinggi organisasi sepak bola dunia dan lingkaran kekuasaan Amerika Serikat. Dilansir dari Marca, investigasi yang dirilis oleh surat kabar Prancis Le Monde membeberkan bahwa FIFA secara mengejutkan menyewa ruang kantor di gedung ikonis milik Donald Trump dengan nilai kontrak fantastis yang mengalir deras ke kantong keluarga sang presiden.

Berdasarkan dokumen internal yang berhasil dikantongi, perjanjian sewa tersebut mencakup durasi selama tujuh tahun tujuh bulan untuk kantor seluas 450 meter persegi di lantai 17 Trump Tower, New York. Total anggaran yang digelontorkan mencapai hampir USD 4 juta atau setara dengan sekitar Rp62 Miliar. Angka masif ini dibayarkan kepada perusahaan Trump Tower Commercial LLC yang dipimpin langsung oleh Eric Trump, anak kandung dari sang penguasa Gedung Putih, sejak kesepakatan diteken pada Mei 2025 lalu.

Sorotan tajam semakin mengarah ke tubuh federasi karena proses pemilihan lokasi ini dinilai janggal dan tidak transparan. Berbeda dengan prosedur pembukaan kantor cabang di Miami yang melalui kajian ketat, otoritas tertinggi sepak bola yang dipimpin Gianni Infantino ini dilaporkan sama sekali tidak melakukan survei pembanding atau mengunjungi lokasi alternatif lain sebelum melabuhkan pilihan ke markas keluarga Trump tersebut. Hal ini sontak memicu gelombang kekhawatiran internal di antara para petinggi administrasi mengenai potensi konflik kepentingan.

Dalam rincian finansial yang dipaparkan, organisasi di bawah komando Infantino ini menggelontorkan rata-rata sekitar USD 470.000 atau setara dengan Rp7,2 Miliar per tahunnya. Kontrak sewa tersebut juga memuat klausul kenaikan tahunan sebesar 2 persen sebagai penyesuaian biaya operasional. Meski sempat mendapat potongan harga pada bulan-bulan awal, total pengeluaran tetap melonjak signifikan menjelang akhir masa sewa hingga menyentuh angka sekitar Rp8,2 Miliar pada tahun-tahun berikutnya.

Menanggapi berbagai kritik pedas dan polemik yang mulai membakar opini publik sepak bola global, pihak otoritas terkait langsung memberikan pembelaan resmi. Mereka bersikeras bahwa seluruh proses transaksi penyewaan ruang kerja di jantung kota New York tersebut telah berjalan sesuai koridor hukum lokal yang berlaku. Kendati demikian, bayang-bayang kedekatan politis antara pemimpin tertinggi badan sepak bola dunia dan lingkaran elit politik Amerika Serikat tetap meninggalkan noda tersendiri di tengah persiapan hajatan akbar Piala Dunia mendatang.