Badai yang sempat mengguncang Southampton perlahan mulai mereda setelah Komisi Regulasi Independen FA menjatuhkan sanksi denda sebesar £28.000 atau sekitar Rp560 Juta serta larangan mendampingi tim selama enam minggu yang ditangguhkan kepada pelatih Tonda Eckert. Pemilik klub, Dragan Solak, langsung memberikan dukungan penuh agar sang juru taktik bisa fokus menatap masa depan. Meski banyak pihak yang menilai hukuman tersebut terlalu ringan, manajemen klub meyakini bahwa sanksi itu sudah cukup untuk menebus kontroversi skandal spygate yang sempat mencoreng perjalanan mereka di kasta kedua Liga Inggris.
Titik balik kebangkitan tersebut diuji dalam laga panas bertajuk derby Hampshire melawan rival abadi, Portsmouth, di Stadion St Mary's Stadium. Di hadapan pendukung sendiri, skuad asuhan Eckert tampil spartan demi mengamankan tiga poin krusial. Gol tunggal penentu kemenangan lahir dari kaki James Bree yang memanfaatkan umpan matang dari Finn Azaz, sekaligus mengakhiri puasa gol kemenangan kandang atas Portsmouth sejak terakhir kali terjadi pada tahun 2012 silam.
Pertandingan sarat gengsi ini sempat berjalan menegangkan bagi tuan rumah ketika gelandang muda berusia 21 tahun, Cam Bragg, diganjar kartu kuning kedua akibat aksi menarik baju yang membuatnya harus mandi lebih cepat sebelum babak pertama usai. Kehilangan satu pemain tentu menjadi ujian mental yang berat, memaksa lini belakang yang digalang oleh Jack Stephens, Keven Schlotterbeck, dan Ryan Manning bekerja ekstra keras menahan gempuran lawan.
Beruntung bagi Southampton, di tengah gempuran tersebut muncul sosok pahlawan lapangan tengah, Flynn Downes, yang tampil luar biasa sepanjang babak kedua. Pemain berusia 27 tahun itu bertindak sebagai jenderal lapangan yang tak kenal lelah memenangkan duel bola, melakukan pressing ketat bersama penyerang Cyle Larin, hingga jatuh bangun menyelamatkan area pertahanan sendiri demi mempertahankan keunggulan tipis hingga peluit akhir berbunyi.
Kemenangan heroik di laga derby ini membawa Southampton mengoleksi lima kemenangan dari sembilan laga awal musim ini. Kini, terbebas dari bayang-bayang sanksi dan ketidakpastian, Eckert dituntut untuk membuktikan kapasitasnya dengan membawa tim kembali promosi ke Premier League. Dukungan penuh dari jajaran manajemen serta suporter di tribun harus dibayar tuntas melalui konsistensi performa di atas lapangan hijau.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang