Lini serang Juventus mendadak jadi sorotan tajam setelah serangkaian hasil minor di kancah domestik. Dilansir dari Football Italia, Bianconeri kini memegang catatan sebagai salah satu tim dengan lini serang paling tumpul di papan atas Serie A. Kekalahan 2-0 dari Genoa pada Rabu lalu semakin mempertegas masalah pelik yang sedang menggerogoti skuad asuhan pelatih dalam perburuan Scudetto musim ini.

Berdasarkan analisis mendalam dari program pasca-pertandingan Sky Sport Italia, Si Nyonya Tua terpuruk di peringkat ke-16 untuk total expected goals atau xG di angka 0,93. Situasi semakin mengkhawatirkan karena mereka berada di posisi ke-18 untuk xG dari permainan terbuka dengan hanya 0,64, serta catatan tembakan dari dalam kotak penalti yang menyedihkan di angka 5,84 per laga dalam sembilan pertandingan awal.

Satu-satunya indikator statistik yang sedikit mendinginkan suasana adalah percobaan tembakan jarak jauh. Dengan rata-rata 4,75 tembakan per pertandingan dari luar kotak penalti, Juventus mampu menduduki peringkat keempat di liga. Namun, ketergantungan pada spekulasi jarak jauh justru menunjukkan betapa frustrasinya para penggawa lini depan ketika harus membongkar pertahanan rapat lawan.

Secara keseluruhan, raksasa Turin ini baru mampu mengemas 11 gol dari sembilan pertandingan pembuka Serie A. Dari sepuluh besar penghuni klasemen sementara, hanya Cagliari yang memiliki catatan lebih buruk dengan koleksi delapan gol. Angka-angka minor ini jelas menuntut evaluasi cepat dari jajaran pelatih jika tidak ingin semakin tertinggal dari para rival terdekat di tangga klasemen.

Ujian berat berikutnya sudah menanti di depan mata ketika Juventus harus menjamu Napoli di Allianz Stadium, Turin, pada akhir pekan ini. Tekanan kini melambung tinggi di pundak para pemain untuk segera membuktikan ketajaman mereka di atas lapangan hijau, sekaligus memulihkan mentalitas bertanding yang sempat hancur lebur di kandang Genoa.