Dunia sepak bola kembali dihebohkan oleh komentar menohok yang datang dari legenda Bayern Munchen, Stefan Effenberg, terhadap megabintang Cristiano Ronaldo. Effenberg secara terbuka mengkritik sikap sang penyerang veteran setelah memberikan pernyataan kontroversial terkait perselisihannya dengan pelatih Portugal, Jorge Jesus. Ketegangan ini bermula ketika Ronaldo meluapkan kekecewaan karena merasa dibohongi sang pelatih usai tidak dimainkan dalam laga babak grup menghadapi Norwegia di ajang UEFA Nations League.

Sikap terbuka yang diambil oleh mantan bintang Real Madrid dan Manchester United itu langsung memicu reaksi keras dari berbagai kalangan pengamat sepak bola Eropa. Menurut Effenberg, tindakan yang dilakukan oleh penyerang berusia 41 tahun tersebut sama sekali tidak mencerminkan sikap profesional seorang pemain senior di level internasional. Peraih empat gelar Liga Jerman dan satu trofi Liga Champions itu bahkan mengaku heran melihat ambisi besar Ronaldo yang masih ngotot melanjutkan karier bersama Timnas Portugal di usianya yang sudah tidak lagi muda.

"Dia bukan lagi sosok Ronaldo yang kita kenang dengan begitu manis," ujar Effenberg sebagaimana dilansir dari T-online. Lebih lanjut, mantan gelandang tangguh timnas Jerman tersebut menilai bahwa setiap atlet profesional harus memiliki kesadaran diri yang tinggi mengenai kapan waktu yang tepat untuk meninggalkan lapangan hijau. Effenberg menegaskan bahwa seorang pemain hebat perlu memahami kapan masa kejayaannya telah usai, namun sayangnya kesadaran tersebut tampaknya belum juga muncul di benak penyerang andalan Selecao das Quinas itu.

Dalam pandangan sang pengamat televisi, situasi pelik yang sedang dihadapi oleh sang kapten Portugal ini sangat kontras jika dibandingkan dengan keputusan besar yang baru saja diambil oleh sang rival abadi. Effenberg secara khusus menyoroti langkah Lionel Messi yang sudah lebih dulu memutuskan pensiun dari panggung internasional usai membela Albiceleste melawan Benin. Di mata sang legenda Jerman, keputusan La Pulga untuk gantung sepatu dari tim nasional merupakan langkah paling tepat guna menjaga warisan prestasi besarnya di dunia sepak bola.

Perbandingan antara kedua ikon sepak bola modern ini dinilai Effenberg akan menjadi faktor penentu dalam cara sejarah mengenang prestasi mereka di masa depan. Keputusan bijak dalam mengakhiri karier internasional dinilai membuat peraih delapan Ballon d'Or tersebut berada di posisi yang lebih unggul dibandingkan sang rival. Tekanan kini sepenuhnya berada di pundak sang penyerang gaek untuk merespons kritik pedas tersebut di tengah perjuangan Selecao dalam ajang kompetisi antarnegara Eropa.