Panggung sepak bola wanita tanah air akhirnya kembali berdenyut setelah lama vakum. Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, melontarkan kalimat menohok sekaligus penuh tantangan terbuka kepada publik yang selama ini rajin melontarkan kritik dan menagih federasi untuk segera menggulirkan kompetisi sepak bola kaum hawa.

Ketika membuka secara resmi ajang Indonesia Womens League 2026/2027 di Stadion Madya, Jakarta, hari Minggu, sang ketua umum mengajak seluruh pencinta bola untuk membuktikan dukungannya secara nyata. Bagi Erick, suar-suar tuntutan yang tadinya riuh di media sosial kini harus diterjemahkan langsung menjadi derap langkah kaki yang memadati kursi tribun stadion.

"Kepada mereka yang selama ini berteriak, 'Mana liganya?', sekarang ayo datang dan menonton. Kami sudah berusaha memberikan yang terbaik. Mari datang dan buktikan kontribusi kita bukan hanya lewat perkataan, tetapi juga melalui kehadiran," tegas Erick di hadapan awak media.

Antusiasme pada pekan pembuka musim perdana ini dinilai sudah menunjukkan sinyal positif yang cukup menjanjikan. PSSI pun tidak main-main dalam merancang cetak biru kompetisi ini, di mana komitmen jangka panjang telah disepakati bersama enam klub kontestan—mulai dari Garudayaksa FC, Persita, Persikad, Dewa United Banten FC, Persija Jakarta, hingga FC Bekasi City—untuk mengawal jalannya liga hingga lima tahun ke depan sampai 2031.

Langkah kehati-hatian sengaja diambil federasi agar fondasi finansial serta manajemen klub-klub peserta benar-benar matang. Dengan jadwal kompetisi yang akan terus bergulir hingga fase puncak pada akhir Januari mendatang, ujian sebenarnya kini beralih kepada seberapa besar konsistensi suporter Indonesia untuk meramaikan lembaran baru sejarah sepak bola wanita ini.