Menilik tabel sementara Liga Inggris saat baru berjalan lima pekan memang terasa terlalu pagi. Namun, sejarah sepak bola modern membuktikan bahwa situasi di papan atas maupun bawah kerap kali jauh lebih mapan dari apa yang kita bayangkan di awal musim. Duel sengit antar-klub raksasa seperti Arsenal yang tengah memburu gelar juara menunjukkan pola persaingan yang mulai mengerucut sejak pekan-pekan awal kompetisi.

Dilansir dari BBC Sport, data selama sepuluh musim terakhir memperlihatkan bahwa lebih dari dua pertiga tim pada akhirnya finis dalam rentang empat posisi dari tempat mereka berdiri di pekan kelima. Angka statistik ini tentu memberikan gambaran nyata bagi para suporter di tribun bahwa start awal bukan sekadar angin lalu. Meski demikian, bayang-bayang sanksi besar bagi Manchester City atas berbagai dakwaan Premier League masih menggantung dan berpotensi mengubah total peta kekuatan di kemudian hari.

Menariknya, posisi puncak klasemen pada pekan kelima justru menjadi salah satu area yang paling dinamis dan jarang bertahan hingga akhir musim. Catatan menunjukkan bahwa pemuncak klasemen di pekan kelima hanya mampu keluar sebagai juara sebanyak satu kali dalam enam musim terakhir. Rekor mentereng awal musim seperti catatan sempurna yang pernah diraih Chelsea atau Liverpool sering kali menguap begitu saja seiring ketatnya jadwal dan kelelahan fisik pemain di paruh kedua kompetisi.

Kendati posisi nomor satu rawan goyah, posisi di dasar klasemen justru menyimpan ancaman nyata yang patut diwaspadai oleh klub-klub papan bawah. Dalam tujuh musim terakhir, tim yang terdampar di peringkat paling buncit pada pekan kelima tercatat mengalami degradasi sebanyak enam kali. Situasi pelik ini tentu membuat para pendukung tim yang startnya lambat mulai cemas memikirkan nasib klub kesayangan mereka di akhir musim kompetisi.

Secara keseluruhan, meskipun kompetisi masih panjang dan banyak kejutan tak terduga yang siap tersaji di lapangan hijau, fondasi akhir musim ternyata sudah mulai dibentuk sejak peluit awal bulan-bulan pertama dibunyikan. Konsistensi permainan di atas lapangan akan menjadi penentu utama apakah sebuah tim mampu bertahan di jalur juara atau justru tergelincir ke zona merah degradasi.