Kontroversi besar mewarnai Piala Dunia 2026. Keputusan FIFA yang mencabut kartu merah Folarin Balogun jelang laga Belgia kontra Amerika Serikat ternyata menjadi bumerang. Youri Tielemans mengungkapkan bahwa rasa ketidakadilan justru menjadi bahan bakar performa impresif Belgia di babak 16 besar tersebut.

Seperti dilansir dari ESPN FC, FIFA secara mengejutkan mengabulkan banding AS setelah campur tangan langsung dari Presiden Donald Trump. Keputusan ini memicu protes keras dari UEFA yang menyebut FIFA telah melanggar 'garis merah'. Alih-alih gentar, Belgia justru tampil garang dan menang telak 4-1 atas AS.

"Ya, saya pikir itu bagian dari permainan," ujar gelandang Manchester United itu. "Perayaan setelahnya sangat menyenangkan dan lucu. Kami semua menikmatinya. Kami memang terkejut dengan keputusan untuk membatalkan kartu merah dan sanksinya. Tapi bagi kami, itu tidak mengubah banyak hal selain persiapan jelang laga, karena Balogun adalah tipe pemain yang berbeda dari pemain penggantinya."

Tielemans menegaskan bahwa skuad asuhan pelatihnya tetap tenang dan fokus. "Kami menerima keputusan itu dan mencoba bermain sebaik mungkin. Hasilnya berbicara sendiri," tambahnya. Kemenangan ini membawa Belgia melaju ke perempat final, namun mimpi mereka kandas di tangan Spanyol yang akhirnya menjadi juara dunia.

Kampanye Piala Dunia Tielemans sendiri berakhir tragis. Cedera di bagian akhir membuatnya absen di laga kontra Spanyol. Pemain berusia 29 tahun itu memang sempat mengalami masalah cedera sepanjang musim lalu, dua kali harus menepi, yaitu pada September-November dan Januari-April. Kini, setelah pulih dan berlatih bersama rekan-rekan barunya di Manchester United di Irlandia, ia siap tampil dalam laga pramusim melawan Leeds United di Dublin, Rabu nanti.

"Masalahnya, di Piala Dunia kami bermain 120 menit melawan Senegal, dan jeda antarlaga jadi lebih pendek," ungkapnya. "Kami bermain melawan AS tiga atau empat hari kemudian, lalu tiga hari setelahnya melawan Spanyol. Saat pemanasan, tubuh saya tiba-tiba mati. Saya bukan tipe pemain yang butuh istirahat total. Memang banyak pertandingan dan pelatih harus mengatur tim, tapi kalau kondisi saya bagus, ya bagus. Sayangnya, tubuh saya langsung memberi sinyal ketika tidak dalam kondisi baik, dan saya akan memberitahu pelatih. Tapi itu jarang terjadi."

Dengan kembalinya Tielemans ke performa terbaik, United punya tambahan amunisi berharga di lini tengah. Kehadirannya diharapkan bisa memberikan keseimbangan dan kreativitas, sesuatu yang sangat dibutuhkan tim asuhan pelatih anyar itu musim depan.