Youri Tielemans akhirnya buka suara. Gelandang asal Belgia itu mengakui bahwa dirinya berutang budi pada Aston Villa atas kebangkitannya, namun ia menegaskan bahwa Manchester United berada di level yang lebih tinggi. Pernyataan ini muncul di tengah sorotan besar usai kepindahannya ke Old Trafford pada bursa transfer musim panas lalu.
Pemain berusia 29 tahun itu menjadi rekrutan anyar Manchester United setelah klub menebus klausul rilis senilai £35 juta (sekitar Rp700 miliar) dari Villa. Ketertarikan Setan Merah sebenarnya sudah muncul sejak 2019, saat Tielemans masih dipinjamkan ke Leicester City, dan kembali pada 2022. Namun, baru pada Juli lalu kesepakatan terwujud, tepat saat ia sedang membela Belgia di Piala Dunia 2026.
"Saya sangat berterima kasih pada Aston Villa. Saya berutang segalanya pada mereka. Mereka klub hebat, kami melakukan hal-hal luar biasa, dan mereka mengembalikan performa terbaik saya. Tapi ada klub di atas Villa, dan Manchester United adalah salah satunya," ujar Tielemans dalam wawancara pertamanya sejak pindah.
Kepindahan ini diharapkan bisa mengatasi masalah lini tengah United yang sudah lama mencari sosok playmaker sejak Michael Carrick pensiun pada 2018. Kehadiran Tielemans diyakini akan memberi ruang lebih bagi Bruno Fernandes untuk bergerak maju, sekaligus memberi kontrol permainan yang selama ini kurang. Manajer Michael Carrick pun memberi kepercayaan penuh pada Tielemans untuk bebas mengatur ritme permainan.
"Dia (Carrick) ingin saya bebas di lapangan, mencoba mengorganisir tim sebaik mungkin. Dia punya struktur, ingin menguasai bola, dan menekan dengan cara tertentu. Mungkin berbeda dari yang biasa saya lakukan, tapi ini hal yang logis. Ini tentang mencium aroma sepak bola, seperti yang saya lakukan sejak muda di Anderlecht," jelasnya.
Tielemans juga mengungkapkan bahwa ia sudah mulai membangun chemistry dengan Bruno Fernandes. Keduanya sempat bermain bersama selama 26 menit saat melawan PSG dalam laga uji coba yang berakhir imbang 1-1. "Itu natural. Dia pemain yang mudah mencari ruang. Saya hanya mencoba memberinya bola agar dia bisa bergerak maju," katanya.
Selain itu, ia disambut wajah-wajah familiar di United, seperti Jonny Evans yang merupakan mantan rekan setimnya di Leicester, serta Marcus Rashford yang sempat satu tim di Villa. Soal Rashford, Tielemans memuji sikapnya yang rendah hati dan kerja kerasnya. Kini, tantangan besar menantinya: membawa United kembali berjaya. "Saya ingin sukses di sini. Ini pencapaian besar bagi setiap pemain, tapi ini bukan akhir. Saya ingin meraih gelar," pungkasnya.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang