Transformasi posisi kembali membawa berkah bagi Chelsea. Mengingatkan memori satu dekade lalu ketika Victor Moses disulap menjadi wing-back, kini giliran Pedro Neto yang menikmati peran baru di bawah komando Xabi Alonso. Keputusan taktis berani ini langsung membuahkan hasil manis ketika sang pemain asal Portugal memborong dua gol kemenangan atas Everton akhir pekan lalu.
Padahal, situasi sempat berjalan abu-abu bagi sang winger pada bursa transfer musim panas lalu. Sempat dikabarkan masuk daftar jual dengan banderol sekitar Rp2 Triliun, masa depannya di Stamford Bridge sempat dipertanyakan menyusul pergantian kursi kepelatihan. Namun, sentuhan dingin Xabi Alonso berhasil meyakinkan sang pemain untuk meneken kontrak baru berdurasi panjang hingga 2032 mendatang.
Di bawah arahan pelatih asal Spanyol tersebut, statistik permainan pemain berusia 26 tahun ini melonjak drastis. Catatan golnya meningkat tajam dengan torehan empat gol dari sembilan penampilan musim ini. Tidak hanya tajam di lini depan, etos kerjanya juga kian luar biasa lewat peningkatan rata-rata tekel sukses dan penguasaan bola yang berhasil direbut kembali di area pertahanan sendiri.
Peran asimetris yang diterapkan sang juru taktik memberikan kebebasan lebih bagi Neto untuk mengeksploitasi sisi lapangan lawan. Dukungan fisik yang prima, yang kerap ia sebut berasal dari latar belakang keluarganya di dunia hoki roda, membuatnya mampu menjalankan tugas bertahan dan menyerang sama baiknya. Puncaknya terlihat ketika ia sukses meredam pergerakan lawan di final Piala Dunia Antarklub.
Kini, publik Stamford Bridge melihat versi terbaik dari sang pemain yang dulunya dikenal murni sebagai seorang winger. Dengan atmosfer ruang ganti yang harmonis dan gelak tawa bersama rekan setim, ia membuktikan bahwa adaptasi taktis tidak selalu mematikan kreativitas, melainkan justru memaksimalkan potensi terbaik yang selama ini terpendam.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang