Jalan panjang seorang legenda tidak berhenti ketika ia melepaskan ban kapten dan menggantung sepatu di Inter Milan. Javier Zanetti baru-baru ini menceritakan bagaimana ia melompat dari rumput hijau ruang ganti langsung menuju kursi panas jajaran direksi klub. Dalam perbincangan di sini, ia membuka lembaran masa lalu sekaligus membagikan rahasia transformasi kariernya yang luar biasa di Italia.
Pria asal Argentina itu mencatatkan rekor 858 penampilan bersama Nerazzurri sepanjang rentang tahun 1995 hingga 2014, termasuk memimpin tim meraih treble winner bersejarah pada 2010. Sempat dihantam cedera tendon achilles parah di pengujung kariernya, ia menolak pensiun dalam situasi pilu dan memilih bangkit demi mengenakan jersey kebanggaan sekali lagi di hadapan pendukung setia di stadion.
Transisi dari seorang pemain bola menjadi seorang wakil presiden klub pada tahun 2014 ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan. Zanetti mengakui bahwa dirinya harus menghadapi kurva pembelajaran yang sangat curam, terutama ketika harus beradaptasi dengan dunia korporasi modern yang menuntut pemahaman finansial mendalam dan strategi pemasaran global yang kompleks.
Tidak ingin hanya menjadi simbol masa lalu, sang legenda aktif menimba ilmu di Universitas Bocconi demi mengimbangi ritme kerja para petinggi klub lainnya. Peran barunya kini mencakup proyek sosial, pengembangan pemasaran, hingga kepedulian terhadap kesehatan mental para pemain yang kerap dianggap sebelah mata oleh publik luar.
Melalui Simone Inzaghi dan jajaran manajemen saat ini, warisan mentalitas juara yang ditanamkan Zanetti masih terus dijaga di ruang ganti tim. Ia membuktikan bahwa bakat saja tidak pernah cukup tanpa adanya etos kerja keras yang harus terus dipupuk setiap hari, baik di atas lapangan hijau maupun di dalam ruang rapat direksi.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang