Menghadapi tim terbaik dunia selalu menuntut pendekatan berbeda, dan hal inilah yang sedang digembleng di skuad Timnas Wanita Amerika Serikat pekan ini. Penyerang lincah Trinity Rodman mengakui bahwa dirinya terus mematangkan aspek taktik agar permainannya tidak mudah dibaca oleh lawan, terutama jelang duel akbar kontra juara dunia Spanyol.

Dilansir dari ESPN FC, Rodman mengungkapkan bahwa ia tidak lagi hanya mengandalkan kecepatannya di sisi lapangan. Sepanjang tahun ini, ia fokus membangun koneksi tanpa bola dan mencari ruang-ruang alternatif yang menyulitkan bek lawan. Transformasi permainan ini menjadi senjata utama skuad asuhan pelatih Emma Hayes dalam mengantisipasi pressing ketat dari La Roja di Washington, D.C. dan Pennsylvania.

Di balik ketegangan menghadapi tim peringkat pertama dunia tersebut, penyerang berusia 23 tahun ini menikmati kebebasan taktis di dalam tim. Musim ini bersama Washington Spirit, Rodman mencatatkan performa terbaik sepanjang kariernya dengan mengemas 11 gol dan delapan assist di NWSL. Kepercayaan diri tinggi ini menjadi modal krusial bagi lini serang Amerika Serikat yang berstatus sebagai juara bertahan Olimpiade.

Selain fokus taktik, atmosfer camp Timnas kali ini juga terasa spesial bagi Rodman karena kembalinya sang sahabat, Ashley Sanchez, yang tampil gemilang di liga domestik. Dukungan penuh dari rekan setim memberikan kebebasan bagi Rodman untuk terus bereksperimen di atas lapangan tanpa rasa takut melakukan kesalahan.

Ujian berat kini sudah di depan mata saat Amerika Serikat yang menduduki peringkat kedua FIFA meladeni permainan Spanyol. Konsistensi dalam menjaga penguasaan bola sederhana di awal laga akan menjadi kunci sebelum skuad Amerika Serikat menampilkan identitas menyerang mereka sepenuhnya di hadapan suporter tuan rumah.