Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, angkat bicara di tengah tekanan yang menerpa Presiden FIFA, Gianni Infantino. Lewat unggahan di Truth Social, Trump menegaskan bahwa federasi-federasi sepak bola akan membuat "kesalahan besar" jika memaksa Infantino mundur. Ia menyebut Infantino sebagai sosok yang "fantastis" dan telah memimpin Piala Dunia paling sukses sepanjang sejarah.

"FIFA tidak akan pernah sesukses atau seprofitable tanpa Infantino. FIFA akan membuat kesalahan besar jika, karena alasan apa pun, mereka mempertimbangkan untuk mengganti Presiden Gianni Infantino," tulis Trump. "Jika dia pergi, FIFA tidak akan pernah sesukses atau seprofitable lagi!" sambungnya.

Pernyataan Trump ini muncul setelah konfederasi sepak bola Eropa (UEFA), Amerika Utara (Concacaf), dan Asia (AFC) mengirim surat terbuka yang mengkritik proposal komersial Infantino yang gagal untuk Piala Dunia. Mereka menyebut rencana tersebut sebagai "pelanggaran kepercayaan mendasar" yang dilakukan terhadap institusi-institusi yang dilayani FIFA.

UEFA, Concacaf, dan AFC juga menegaskan bahwa "ketika kepercayaan rusak karena penipuan, ketika seseorang menempatkan dirinya di atas kolektif yang memberinya wewenang, maka tugas itu telah ditinggalkan." Surat itu menyerukan tinjauan independen atas rencana Infantino, meski tidak menyebut namanya secara langsung.

Di sisi lain, Federasi Sepak Bola AS (U.S. Soccer) yang merupakan anggota Concacaf, juga mengeluarkan pernyataan dukungan terhadap Concacaf. "U.S. Soccer, Canada Soccer, CFU, dan UNCAF berdiri bersama, sejalan dengan rekan-rekan kami di seluruh dunia, dalam menyerukan perubahan yang berarti untuk memperkuat tata kelola, transparansi, dan akuntabilitas FIFA," demikian bunyi pernyataan tersebut.

Infantino sebelumnya telah meminta maaf atas proposalnya untuk menciptakan FIFA Forward Enterprise (FFE), sebuah perusahaan yang akan mengelola komersial dan operasional turnamen FIFA, dengan rencana menjual sekitar 20% sahamnya kepada investor swasta. UEFA bahkan telah menyatakan bahwa anggota-anggotanya bisa memboikot kompetisi FIFA, termasuk Piala Dunia, jika Infantino tetap bertahan.

Infantino telah menjabat sebagai Presiden FIFA sejak 2016 dan masa jabatannya berlangsung hingga 2027. Ia telah mengumumkan niatnya untuk maju kembali dalam pemilihan dan berpotensi memperpanjang masa jabatannya hingga 2031. Dukungan dari Trump ini tentu menjadi angin segar bagi Infantino di tengah badai kritik yang menerpanya. Namun, apakah dukungan tersebut cukup untuk meredam tekanan dari konfederasi-konfederasi besar? Hanya waktu yang bisa menjawab.