Jagat media sosial sepak bola Asia Tenggara kembali dihebohkan dengan gelombang bantahan dari sejumlah pemain Eropa yang sebelumnya dikabarkan memiliki garis keturunan Malaysia. Harapan publik Negeri Jiran untuk melihat para pemain top memperkuat tim nasional Malaysia harus pupus setelah satu per satu atlet secara terbuka menepis rumor tersebut. Situasi ini langsung memicu reaksi keras serta kekecewaan dari para pendukung setia skuad Harimau Malaya di dunia maya.
Nama pertama yang memicu kehebohan adalah gelandang asal Belanda, Sem Scheperman. Pemain berusia 24 tahun tersebut secara blak-blakan mengaku bahwa kabar yang menyebutkan dirinya memiliki nenek asal Asia Tenggara hanyalah sebuah lelucon belaka. Tidak lama berselang, gelandang Everton turut memberikan klarifikasi serupa dalam sebuah wawancara eksklusif kepada media, di mana ia menegaskan tidak memiliki ikatan silsilah dengan negara tersebut sekaligus menyampaikan permohonan maaf kepada para penggemar yang telanjur menaruh harapan.
Gelombang bantahan tidak berhenti di situ saja karena pemain muda Athletic Bilbao, Mikel Jauregizar, turut merasa heran dengan rumor liar yang mengaitkan dirinya. Pemain berusia 21 tahun itu dengan tegas menyebut bahwa kabar tersebut merupakan sebuah kebohongan besar dan memastikan dirinya tidak akan pernah membela tim Asia Tenggara tersebut, memilih untuk fokus sepenuhnya berkarier di kompetisi La Liga.
Situasi serupa juga dialami oleh penyerang Almere City, Ferdy Druijf, yang menegaskan bahwa dirinya adalah warga negara Belanda murni tanpa ada garis keturunan lain. Sementara itu, gelandang Inggris Josh Brownhill serta penyerang muda jebolan akademi Manchester United, Ethan Wheatley, turut meluruskan informasi palsu yang beredar luas di berbagai platform digital dalam beberapa pekan terakhir.
Penolakan telak juga datang dari penyerang Jong PSV, Iggy Houben, yang menyatakan bahwa keluarganya seratus persen berasal dari Limburg, Belanda. Rangkaian klarifikasi tegas dari ketujuh pemain profesional ini sekali lagi menyoroti maraknya disinformasi terkait isu naturalisasi di media sosial yang kerap kali mempermainkan ekspektasi suporter sepak bola internasional.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang