Pelatih Roma, Gian Piero Gasperini, dengan tegas menyatakan bahwa timnya membutuhkan kedalaman skuad yang lebih baik guna mengarungi padatnya jadwal di berbagai kompetisi musim ini. Pernyataan tersebut muncul menyusul krisis cedera yang melanda skuad asuhannya, termasuk tumbangnya sejumlah pemain pilar saat menghadapi laga sengit di kancah Eropa.

Dilansir dari Football Italia, situasi pelik ini memaksa sang pelatih untuk memutar otak menjelang pertandingan akhir pekan di Serie A. Roma dijadwalkan menjamu Genoa di Stadio Olimpico, di mana atmosfer dipastikan memanas dengan kembalinya Daniele De Rossi ke ibu kota Italia, namun kali ini sebagai juru taktik lawan.

Gasperini harus menghadapi kenyataan pahit kehilangan lima pemain utama akibat cedera, termasuk gelandang kreatif Paulo Dybala dan Manu Koné yang tumbang dalam duel kontra Real Madrid. Situasi darurat ini membuat lini tengah harus dirombak total, dengan Lorenzo Pellegrini diproyeksikan tampil lebih ke dalam untuk menambal lubang yang ditinggalkan rekan-rekannya.

Lebih lanjut, pelatih berpengalaman itu menganggap kebobolan tiga gol dalam kurun waktu tujuh menit akhir melawan Real Madrid sebagai sebuah anomali. Namun, ia tidak menampik bahwa kelelahan fisik dan minimnya opsi rotasi menjadi ancaman nyata bagi stabilitas performa tim dalam mengarungi tiga ajang berbeda sekaligus.

Dengan jadwal pertandingan yang sangat padat dan menuntut fisik prima, manajemen klub menyadari bahwa pergerakan di bursa transfer mendatang menjadi krusial. Gasperini menegaskan bahwa tim-tim yang berlaga di level tertinggi Eropa tidak bisa lagi hanya mengandalkan skuad yang terbatas jika ingin tetap kompetitif hingga akhir musim.