Tunggal putra masa depan Indonesia, Moh Zaki Ubaidillah atau yang akrab disapa Ubed, harus puas finis sebagai runner-up di ajang bergengsi French Open 2026. Bertanding di Arena Grand Paris pada Minggu, atlet muda asal Sampang, Madura, ini mengakui bahwa konsentrasinya sempat buyar akibat tekanan masif dari publik tuan rumah sepanjang pertandingan final yang melelahkan.
Langkah gemilang Ubed dihentikan oleh wakil tuan rumah, Christo Popov, melalui pertarungan ketat rubber game dengan skor 11-21, 21-14, 13-21. Meski gagal merengkuh gelar juara, pebulu tangkis berusia 19 tahun ini tetap memanjatkan rasa syukur atas pencapaian impresifnya menembus partai puncak turnamen level BWF Super 750 untuk pertama kalinya dalam karier profesionalnya.
Bagi sang atlet, menghadapi pemain sarat pengalaman di bawah gemuruh suporter lawan memberikan ujian mental tersendiri yang menguji daya tahan fokusnya di lapangan. Tekanan dari tribun penonton sempat membuatnya gugup, terutama ketika memasuki gim penentuan di mana start lambat membuat posisinya semakin sulit untuk mengejar ketertinggalan poin dari lawannya.
Evaluasi mendalam langsung dicanangkan oleh sang pemain muda berbakat ini untuk menatap turnamen-turnamen berikutnya dengan persiapan yang jauh lebih matang. Pengalaman berharga berduel langsung dengan jajaran pebulu tangkis elite dunia di panggung internasional menjadi modal krusial bagi perkembangan performa Moh Zaki Ubaidillah ke depan.
Perjalanan impresif di tanah Prancis ini membuka mata banyak pihak bahwa sektor tunggal putra Indonesia memiliki talenta luar biasa yang siap meledak di masa depan. Dengan usia yang masih sangat muda dan jam terbang yang terus bertambah, kebangkitan sang pemain di bawah naungan PBSI sangat dinantikan oleh para pecinta bulu tangkis tanah air.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang