Badai besar tengah menghantam markas Udinese menyusul rentetan hasil minor yang membuat manajemen klub kehilangan kesabaran. Dilansir dari Football Italia, pihak klub Serie A tersebut dikabarkan telah mengambil keputusan bulat untuk mendepak pelatih Kosta Runjaic dalam beberapa jam ke depan menyusul awal musim yang sangat mengecewakan.

Keputusan pahit ini diambil manajemen Bianconeri setelah mereka menelan kekalahan memalukan 2-5 saat menjamu Roma di kandang sendiri pada hari Sabtu lalu. Hasil buruk tersebut sekaligus menandai kekalahan ketujuh yang diderita Udinese dari sepuluh pertandingan awal musim ini, membuat situasi di ruang ganti semakin memanas di bawah tekanan suporter.

Performa Bianconeri di awal musim ini memang jauh dari kata ideal dengan hanya mampu mengumpulkan lima poin hasil dari satu kemenangan dan dua kali imbang. Situasi pelik ini memaksa klub harus terjerembap di zona merah klasemen sementara Serie A, memicu kepanikan luar biasa di jajaran petinggi klub yang menuntut perubahan drastis segera.

Rapuhnya lini pertahanan menjadi biang keladi utama keterpurukan Udinese musim ini, di mana gawang mereka telah kebobolan 23 kali dari sepuluh laga. Catatan tersebut menjadikan mereka pemilik lini pertahanan terburuk kedua di liga, hanya kalah dari tim promosi Monza yang kebobolan 24 gol.

Menatap masa transisi di sisa musim ini, manajemen klub bergerak cepat mencari figur pengganti yang sepadan untuk menyelamatkan tim dari degradasi. Berdasarkan laporan dari berbagai sumber terpercaya, Paolo Zanetti kini muncul sebagai kandidat terkuat untuk mengambil alih kursi kepelatihan di ruang ganti Udinese.

Kosta Runjaic sendiri sebenarnya baru ditunjuk sebagai juru taktik Udinese pada tahun 2024 lalu untuk mengangkat performa tim. Selama menukangi klub, pelatih berusia 55 tahun tersebut mencatatkan 33 kemenangan, 18 hasil imbang, dan 43 kekalahan dari total 94 pertandingan sebelum akhirnya pemecatan ini resmi diputuskan.