Badan sepak bola Eropa, UEFA, melayangkan tekanan serius kepada FIFA dengan memberikan batas waktu dua minggu untuk merilis dokumen penting terkait tata kelola dan pengambilan keputusan organisasi. Langkah tegas ini diambil setelah sang presiden, Gianni Infantino, gagal transparan dalam pertemuan Dewan FIFA pada hari Kamis lalu, meski sempat menyampaikan permintaan maaf atas rencana kontroversial penjualan Piala Dunia.
Dilansir dari BBC Sport, Sekretaris Jenderal UEFA Theodore Theodoridis menyampaikan kritik tajam melalui surat resmi bahwa induk sepak bola dunia tersebut gagal menjawab sejumlah pertanyaan fundamental yang diajukan. UEFA menuntut agar setiap keengganan dalam membuka informasi harus disertai alasan dan dasar hukum yang jelas, bukan sekadar ditutup-tutupi dari publik dan asosiasi anggota.
Tidak tanggung-tanggung, UEFA juga melampirkan dokumen sepanjang delapan halaman yang merinci berbagai kekhawatiran mendalam. Sorotan tajam mengarah pada proposal investasi swasta FIFA Forward Enterprise, gagasan kontroversial terkait Penghargaan Perdamaian FIFA, hingga kasus sanksi skorsing yang menjerat Folarin Balogun. Tekanan bertubi-tubi ini menguji transparansi kepemimpinan yang telah berkuasa sejak 2016 tersebut.
Situasi pelik ini tentu berdampak langsung pada stabilitas politik internal FIFA di tengah ambisi sang presiden untuk maju kembali dalam pemilihan masa jabatan ketiga kalinya. Desakan dari Eropa menunjukkan bahwa tensi di level petinggi sepak bola internasional sedang memanas, memaksa kepemimpinan tertinggi untuk segera merespons tuntutan terbuka sebelum tenggat waktu 2 November.
Hingga berita ini diturunkan, pihak FIFA masih belum memberikan komentar resmi saat dihubungi terkait ultimatum dari UEFA tersebut. Para pengamat sepak bola kini menanti langkah apa yang akan diambil oleh badan tertinggi dunia itu guna meredam polemik yang terus membakar kepercayaan publik menjelang pemilihan presiden mendatang.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang