Publik sepak bola Meksiko kini tengah dilanda kecemasan mendalam setelah awal kepemimpinan pelatih anyar yang juga legenda negara tersebut. Alih-alih langsung terbang tinggi usai promosi dari posisi asisten, langkah awal sang juru taktik justru tersendat hebat di awal musim gugur ini.
Dilansir dari ESPN FC, rekor awal kepemimpinan sang pelatih menunjukkan catatan nirmenang dengan dua hasil imbang dan dua kekalahan beruntun. Situasi ini langsung memantik sorotan tajam media lokal, terutama setelah kekalahan memalukan tiga gol tanpa balas dari rival abadi di kawasan Concacaf, yakni Amerika Serikat, yang membuat lini pertahanan menuai kritik keras.
Tekanan semakin menumpuk tatkala El Tri kembali takluk dari Chile dengan skor dua gol tanpa balas dalam laga uji coba berikutnya. Masalah transisi permainan yang rapuh serta lini depan tumpul tanpa kehadiran pilar utama seperti Raul Jimenez membuat alur serangan kehilangan ketajaman dalam membangun peluang berbahaya ke area pertahanan lawan.
Di sisi lain, sang pelatih beralasan bahwa eksperimen skuad dengan memberikan debut kepada enam pemain muda serta absennya beberapa pilar akibat cedera turut memengaruhi stabilitas tim. Namun, jika dibandingkan dengan negara tetangga yang mampu merotasi banyak pemain baru tanpa kehilangan taji, pekerjaan rumah bagi sang legenda untuk mendongkrak performa skuad utama jelas masih sangat panjang.
Ujian sesungguhnya kini sudah di depan mata menanti sang pelatih dalam agenda perempat final Concacaf Nations League mendatang. Kesabaran federasi sepak bola Meksiko dikenal sangat tipis terhadap hasil buruk, sehingga kegagalan berikutnya dipastikan bakal membuat kursi kepelatihan semakin panas dalam waktu dekat.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang