Pembalap muda berbakat asal Indonesia, Veda Ega Pratama, harus menelan pil pahit setelah gagal mengamankan tiket lolos langsung ke sesi kualifikasi kedua atau Q2 Moto3 Australia 2026 di Sirkuit Phillip Island. Perjuangan keras yang dilakoninya pada hari Jumat terhalang oleh kombinasi cuaca ekstrem dan kesalahan teknis di atas lintasan yang baru pertama kali ia jajal sepanjang karier balapnya.

Dalam sesi practice yang melelahkan tersebut, pembalap andalan Honda Team Asia ini hanya mampu bertengger di peringkat ke-16. Hasil minor itu memaksa rider berusia 17 tahun asal Gunungkidul tersebut harus merangkak dari sesi Q1 terlebih dahulu demi menjaga asa meraih posisi start ideal dalam akhir pekan balap grand prix kali ini.

Padahal, tren positif sempat ditunjukkan oleh sang pembalap pada sesi latihan bebas pertama atau free practice 1 dengan nangkring di posisi ketujuh. Namun, kondisi lintasan berubah drastis pada sesi sore hari ketika hembusan angin kencang menerjang Sirkuit Phillip Island dan merusak ritme balap yang coba dibangun bersama tim.

"Ini adalah pertama kalinya saya berkendara ke sini, dan sesi paginya tidak terlalu buruk. Saya mencoba mengikuti beberapa pembalap yang lebih berpengalaman di trek ini, mempelajari garis mereka dan memahami cara mendekati tikungan," ungkap Veda Ega dalam keterangan resmi tim.

Lebih lanjut, ia mengakui bahwa penyesuaian setup motor pada sesi sore tidak berjalan mulus karena faktor cuaca. Upayanya untuk mengekor pembalap lain demi mencuri ilmu justru berujung pada hilangnya catatan waktu krusial akibat blunder yang ia perbuat sendiri di tikungan.

"Pada sore hari, kami melakukan beberapa penyesuaian pada motor, namun angin jauh lebih kencang dibandingkan pada pagi hari, jadi saya harus memahami bagaimana hal tersebut mempengaruhi kondisi. Saya membuat beberapa kesalahan, dan itu menghabiskan banyak waktu," tambahnya.

Meski kecewa, tekad baja tetap dikobarkan oleh sang pembalap untuk bangkit dan menebus kelalaian pada hari pertama. Evaluasi mendalam bersama kru garasi akan langsung dilakukan demi merebut tiket sisa ke Q2 dan memberikan perlawanan sengit di sesi berikutnya.