Persaingan sengit antara pembalap muda Indonesia Veda Ega Pratama dan rivalnya asal Malaysia, Hakim Danish, kini semakin memanas di ajang balap internasional. Keberhasilan Veda Ega mengasapi Hakim Danish pada seri Pertamina Moto3 Mandalika tidak hanya memberikan kebanggaan tersendiri, tetapi juga sukses merombak peta persaingan di papan klasemen sementara.

Dalam balapan di Mandalika tersebut, Veda Ega tampil solid dan berhasil mengamankan posisi keenam, sementara Hakim Danish harus puas finis di peringkat ke-14. Hasil kontras ini otomatis membuat posisi di klasemen bergeser, di mana Veda Ega kini sukses menggusur sang rival dengan koleksi 115 poin, unggul delapan angka atas Hakim Danish yang mengantongi 107 poin.

Situasi kini dijamin bakal semakin menarik ketika giliran Hakim Danish yang bertindak sebagai tuan rumah pada seri Moto3 Malaysia. Faktor keakraban dengan karakter Sirkuit Sepang diyakini bakal menjadi keuntungan tersendiri bagi pembalap negeri jiran tersebut untuk membalas kekalahannya dan mendulang poin maksimal di hadapan publik sendiri.

Kendati demikian, Veda Ega dipastikan tidak akan menyerah begitu saja tanpa perlawanan sengit di atas lintasan. Pertarungan di Sepang nanti memegang peranan yang sangat krusial dalam perburuan posisi, mengingat ketatnya selisih poin di papan tengah antara Valentin Perrone dengan 123 poin, Veda Ega, Matteo Bertelle, hingga Hakim Danish.

Sebelum atmosfer panas benar-benar berpindah ke tanah Malaysia, para pembalap kelas Moto3 ini terlebih dahulu harus menghadapi ujian berat di seri Moto3 Australia yang dijadwalkan berlangsung pada tanggal 23 hingga 25 Oktober mendatang. Duel demi duel di sisa musim ini jelas menjanjikan tontonan yang menegangkan bagi para pecinta balap.