Tekanan besar tengah menggelayuti Vinicius Junior setelah performanya dianggap belum menyentuh standar tertinggi di awal musim ini. Penyerang sayap asal Brasil itu secara terbuka mengakui kemarahannya terhadap diri sendiri menyusul paceklik gol yang tengah ia alami bersama Real Madrid di berbagai ajang kompetisi.
Musim ini, pemain berusia 26 tahun tersebut baru mencatatkan satu gol dari 10 penampilan, meski ia sempat menyumbang tiga assist bagi rekan-rekannya. Usai kemenangan dramatis 4-3 atas AS Roma di ajang Champions League, sang pemain menegaskan bahwa dirinya sama sekali tidak merasa panik, melainkan gemas dengan penurunan performa yang sedang dirasakannya di atas lapangan hijau.
Situasi sulit ini diperparah dengan kartu merah yang ia terima saat menghadapi Villarreal, yang membuatnya diganjar sanksi larangan bermain sebanyak empat pertandingan domestik. Hukuman tersebut praktis memaksa sang bintang menepi di laga krusial El Clasico menghadapi Barcelona, sebuah kehilangan besar bagi lini serang Los Blancos dalam perburuan gelar La Liga.
Ketegangan sempat terlihat ketika ia ditarik keluar pada menit ke-59 dalam duel kontra Roma saat timnya tertinggal 3-1, sebelum akhirnya pemain muda Endrick masuk dan menjadi pahlawan kebangkitan tim. Menanggapi pergantian tersebut, sang penyerang sayap mengakui wajar jika dirinya merasa kesal karena selalu berambisi membantu klub di setiap menit pertandingan.
Meski demikian, kontrak baru yang mengikatnya hingga 2032 menunjukkan komitmen jangka panjang sang pemain untuk terus berjuang membuktikan kapasitasnya. Berbekal mentalitas baja yang telah ia bangun sejak tiba di Santiago Bernabeu pada usia remaja, ia yakin periode mandul ini akan segera berakhir seiring kerja keras yang terus ia curahkan dalam sesi latihan.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang