Duel panas tersaji di Vitality Stadium ketika Bournemouth menjamu raksasa Italia Milan dalam ajang Liga Europa. Pertandingan ini menghadirkan cerita unik bagi Roberto Rocca, seorang Italia kelahiran Milan yang kini menjabat sebagai orang nomor satu di kota pantai Inggris tersebut. Ia mengakui berada dalam situasi emosional yang sulit karena harus menyaksikan dua tim yang sama dicintainya saling bunuh demi tiket kemenangan penting di kompetisi Eropa.

Sebagai pria yang tumbuh besar dengan warna kebesaran Rossoneri dan sering menghabiskan waktu di San Siro, kecintaan Rocca pada Milan tidak perlu diragukan lagi. Namun, takdir membawanya merantau ke Inggris pada tahun 2013, di mana ia diterima dengan hangat oleh warga setempat hingga akhirnya terpilih sebagai Wali Kota. Pertemuan kompetitif pertama sepanjang sejarah kedua klub ini terasa seperti skenario film yang hanya terjadi sekali seumur hidup bagi perjalanan hidupnya yang penuh warna.

Dilansir dari Football Italia, hubungan antara kedua klub ini sebenarnya sudah terjalin sangat erat sejak era 1970-an, ketika The Cherries memutuskan mengenakan jersey bergaris merah-hitam sebagai bentuk penghormatan kepada Milan. Kini, ikatan historis tersebut berwujud nyata di atas lapangan hijau. Rocca sendiri menegaskan bahwa dirinya akan tetap mendukung klub yang membesarkannya di Inggris, meski hatinya tidak bisa memungkiri rasa cinta mendalam kepada Rossoneri.

Ketika undian babak penyisihan mempertemukan kedua kesebelasan, Rocca mengaku hampir tidak percaya dengan kebetulan luar biasa tersebut. Ia menyebut momen ini sebagai hari bersejarah yang merangkum perjalanan hidupnya dari tribun San Siro hingga memimpin balai kota di pesisir Inggris. Tekanan moral di pundaknya tentu sangat besar, mengingat ia harus bersikap netral namun di satu sisi tetap menyimpan hasrat besar melihat tim idolanya tampil memukau di hadapan publik Britania.

Menatap jalannya laga malam ini, sang wali kota hanya bisa berharap pertandingan berjalan menarik dan menyajikan banyak gol dari kedua kubu. Baginya, hasil akhir di papan skor tidak akan meruntuhkan rasa hormatnya pada kedua belah pihak. Dengan senyum khas seorang suporter sejati, Rocca menyampaikan pesan damai sebelum sepak mula: biarkan tim terbaik yang keluar sebagai pemenang di lapangan.