Winger Wilfried Gnonto secara terbuka mengakui bahwa dirinya harus kembali membiasakan diri dikelilingi oleh rekan-rekan asal Italia setelah memutuskan pulang kampung. Pemain berusia 22 tahun ini bergabung dengan Fiorentina dengan status pinjaman semusim penuh dari Leeds United pada musim panas lalu dan merasa proses adaptasinya berjalan sangat lancar.
Berbicara kepada kanal resmi klub, mantan pemain FC Zurich tersebut menyoroti bagaimana cuaca, makanan, serta penggunaan bahasa ibu setiap hari membantunya menemukan kenyamanan kembali di Italia. Ia merasa tidak kesulitan untuk berbaur dengan rekan-rekan setimnya yang baru dan optimis performanya akan terus menanjak seiring berjalannya waktu bersama La Viola di kancah Serie A.
Selain masalah budaya, Gnonto juga memberikan kredit khusus kepada pelatih Paolo Vanoli yang dinilai sukses mengatrol aspek kebugaran fisiknya. Menurutnya, porsi latihan keras dan intensitas lari yang tinggi di bawah arahan sang Mister membuat kondisi fisiknya berada di titik yang sangat baik untuk menghadapi ketatnya kompetisi Liga Italia musim ini.
Selama empat tahun berkarier di Inggris sejak 2022, Gnonto mencatatkan 147 penampilan dan merasa pengalaman tersebut telah membentuknya menjadi pemain yang lebih matang. Dirinya membandingkan perbedaan kultur sepak bola Inggris yang lebih singkat namun intens, sementara di Italia aspek taktik dan ketenangan hidup memberikan keseimbangan tersendiri bagi perkembangan pribadinya di dalam maupun luar lapangan.
Masa depan Gnonto di Elland Road kini semakin berada di ujung tanduk menyusul opsi pembelian permanen senilai sekitar Rp357 Miliar yang dipegang oleh Fiorentina. Pengamat sepak bola Inggris, Adam Pope, menilai sang winger kesulitan mendapatkan tempat di bawah asuhan Daniel Farke akibat perubahan taktik formasi, sehingga kepindahannya ke Serie A bisa menjadi batu loncatan penting untuk kembali berseragam Timnas Italia.
KOMENTAR ()
Kamu harus login untuk ikut berdiskusi.
Login Sekarang